Rotenbi Terapkan Enam Poin SDGs dalam Operasional Bisnis
- 06 Mei 2026 12:00 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- PT Hastakarya Rotenbi secara konsisten menerapkan enam poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs dalam setiap lini produksinya, guna menghadirkan bisnis yang ramah lingkungan dan inklusif bagi masyarakat. Pemilik Rotenbi, Ni Komang Rosiani, menjelaskan bahwa poin-poin tersebut mencakup pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi, hingga konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Salah satu inovasi unggulan yang dilakukan adalah pengolahan sisa kain produksi menjadi produk baru, sehingga tidak ada material yang terbuang sia-sia ke lingkungan sekitar workshop. Strategi ini dikategorikan sebagai inovasi hijau, yaitu limbah tekstil diolah kembali menjadi bagian dari aksesori tas, yang justru menambah nilai estetika dan keunikan bagi konsumen.
Rosiani memaparkan bagaimana prinsip industri dan infrastruktur di perusahaannya, telah disesuaikan dengan standar modern, yang mempertimbangkan dampak ekologis jangka panjang. "Kami benar-benar mengedepankan industri inovasi dan infrastruktur yang modern, agar proses produksi kami tetap bertanggung jawab, terhadap ketersediaan sumber daya alam di masa depan” ujar Rosiani ketika berbincang dalam program acara Teras UMKM di Pro 4 RRI Denpasar.
Terkait aspek sosial, perusahaan ini menjunjung tinggi kesetaraan gender, dengan membuka peluang kerja bagi siapa saja tanpa membatasi jenis kelamin tertentu, selama bukan tenaga kerja di bawah umur. Menurut Rosiani pendekatan inklusif ini menciptakan lingkungan kerja yang harmonis di wilayah Bangli, sekaligus memperkuat komunitas berkelanjutan, yang menjadi pondasi utama kekuatan bisnis PT Hastakarya Rotenbi.
Komitmen terhadap penanganan perubahan iklim juga diwujudkan melalui pemilihan material rotan, yang dipandang sebagai tanaman penjaga ekosistem hutan, karena sifatnya yang tumbuh merambat pada pepohonan. Dengan menggunakan rotan, Rotenbi secara tidak langsung mengajak masyarakat untuk melestarikan hutan, sebagai tempat tumbuh alami material tersebut agar tetap lestari hingga generasi mendatang.
Rosiani menegaskan bahwa setiap material yang digunakan, selalu mempertimbangkan keseimbangan alam, sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap lingkungan di Bali. "Rotan itu adalah bagian dari akar alam yang harus kita jaga, sehingga dalam setiap produk yang dihasilkan, kami selalu mempertimbangkan faktor alam secara mendalam," tegas Rosiani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....