Rotenbi Olah Rotan Menjadi Tas Souvenir Bernilai Ekonomi Tinggi

  • 06 Mei 2026 11:36 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Owner PT Hastakarya Rotenbi , Ni Komang Rosiani, sukses mentransformasi bahan alami rotan menjadi produk tas dan souvenir bernilai ekonomi tinggi. Beralamat di Jl. Kresna NO.86B, Yangapi, Kec. Tembuku, Kabupaten Bangli, Rotenbi sebagai bagian dari industri kreatif di Bali, memanfaatkan keterampilan tradisional pengerajin lokal, dengan menggabungkan konsep keberlanjutan dan inovasi Desain.

Rosiani mengungkapkan bisnis yang mulai dikembangkan secara serius sejak tahun 2015 ini, berfokus pada pemanfaatan kulit rotan Ajiro, yang memiliki karakteristik lentur namun tetap memberikan kesan mewah bagi para penggunanya. Melalui Rotenbi nilai – nilai budaya lokal digabungkan dengan tren desain modern, menciptakan produk yang tidak hanya menarik secara estetis tetapi juga ramah lingkungan.

Proses penemuan material yang tepat memerlukan waktu uji coba selama dua tahun, untuk memastikan ketahanan dan estetika anyaman, sebelum akhirnya dipasarkan secara luas. Pemilihan rotan dilakukan setelah melalui riset panjang terhadap berbagai bahan alami lain, seperti pandan dan purun ( sejenis rumput yang tumbuh di rawa gambut).

Rosiani menjelaskan mengenai keunggulan material utama, yang digunakan dalam proses produksi semua produk kerajinannya tersebut terletak pada ketahanan bahan utama. "Kami memilih kulit rotan karena selain sisi estetikanya yang sangat kuat, masa pakainya juga tergolong sangat Panjang, dan lebih tahan terhadap jamur dibandingkan bahan alam lainnya," ujar Rosiani ketika berbincang dalam acara Teras UMKM di Pro 4 RRI Denpasar.

Terkait siklus produksi Rosiani mengungkapkan, pihaknya melibatkan tenaga penjahit profesional, untuk memastikan setiap detail produk seperti tas laptop hingga dompet, memiliki standar kualitas yang terjaga. Perusahaan juga menjalin kerjasama dengan pemasok dari luar daerah, demi menjaga kestabilan rantai pasok material, yang menjadi kunci utama kelangsungan bisnis kerajinan ini.

Rosiani menambahkan pemasaran produk kini sudah merambah platform digital, guna menjangkau segmen pasar yang lebih luas dan beragam di seluruh Indonesia. Strategi ini terbukti efektif, dalam memperkenalkan identitas budaya lokal Bali melalui motif-motif tradisional, yang diaplikasikan pada setiap produk fungsional yang mereka hasilkan.

Mengenai strategi keberlanjutan usaha di masa depan, pemilik yang akrab disapa Kak Moci ini, menekankan pentingnya inovasi desain yang tidak pernah berhenti dilakukan. "Harapan kami adalah agar perajin lokal terus berinovasi, dan tidak pernah berhenti untuk berkolaborasi, meskipun kondisi ekonomi global sedang menghadapi tantangan yang cukup berat saat ini," tutup Rosiani.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....