Perjuangan Penjual Canang di Pasar Kreneng
- 26 Apr 2026 09:51 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Aktivitas pasar tradisional di Pasar Kreneng selalu menghadirkan kisah perjuangan para pedagang kecil. Salah satunya datang dari Ketut Sinar (39), seorang penjual canang sari yang setiap hari setia menjajakan dagangannya sejak pagi buta.
Ia mengaku mengaku telah berjualan canang selama bertahun-tahun untuk membantu perekonomian keluarga. Canang yang ia jual merupakan sarana upakara umat Hindu yang digunakan dalam persembahyangan sehari-hari..
" Saya berjualan di sini sudah sejak lama, dari subuh saya sudah mulai menyiapkan dagangan, karena pelanggan datangnya lebih awal untuk persiapan sembahyang ” tuturnya saat ditemui di sela aktivitasnya di pasar.
Ketut Sinar juga mengatakan telah melewati berbagai suka dan duka selama bertahun-tahun berdagang di pasar, dari menghadapi dinamika harga yang tidak menentu, terkadang mengahadapi cuaca yang kerap memengaruhi aktivitas jualannya.
Ia mengatakan, harga canang sering mengalami fluktuasi. Pada hari-hari biasa, satu paket berisi 25 canang dihargai sekitar Rp25.000. Namun, menjelang hari suci keagamaan, harga tersebut dapat meningkat hingga Rp40.000 per 25 canang.
“Banyak suka dukanya saat berjualan, kadang harga canang turun, dan kalau musim hujan, kami harus tetap berjualan meski kehujanan. Tapi saat menjelang hari suci, harga canang naik,” imbuhnya sambil tertawa.
Selain itu ia juga mengatakan momen hari-hari besar keagamaan menjadi waktu yang paling dinantikan para pedagang canang, karena permintaan cangng meningkat signifikan.
" Saya berharap usaha ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat, tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi masyarakat yang membutuhkan sarana upakara setiap hari," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....