Harga Perak Naik, Pengerajin Keluhkan Penurunan Minat Beli

  • 24 Apr 2026 22:01 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Kenaikan harga bahan baku perak belakangan ini dikeluhkan para pelaku usaha kerajinan, salah satunya oleh Kadek Ery (29), owner Naba Silver. Ia mengaku naiknya harga perak berdampak langsung terhadap penurunan minat beli konsumen.

Ia mengatakan harga perak yang terus merangkak naik yang membuat biaya produksi ikut meningkat. Kenaikan harga di awal tahun membuat sejumlah konsumen menahan pembelian perhiasan berbahan perak. “Awal tahun 2026 harga perak mencapai Rp55.000 per gram dan untuk saat ini masih di angka Rp41.000 per gram. Harga tersebut masih tergolong tinggi,” Tuturnya.

Ia juga mengatakan, sebelumnya produk perhiasan perak cukup diminati baik oleh wisatawan maupun pelanggan lokal. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, terjadi penurunan penjualan yang cukup signifikan. "Belakangan ini penjualan menurun cukup signifikan, pelanggan berpikir dua kali untuk membeli perhiasan karena harga masih tergolong tinggi,” ucapnya.

Dengan kondisi harga perak masih dalam katagori tinggi. Ia mengaku tetap berupaya mempertahankan kualitas produk serta menghadirkan desain-desain baru agar tetap menarik minat pasar. Berbagai strategi juga dilakukan, seperti promosi melalui media sosial hingga memberikan diskon pada momen tertentu.

"Walaupun kondisi seperti ini cukup berat, kami tetap berusaha menjaga kualitas produk dan terus menghadirkan desain-desain baru agar tetap diminati konsumen,"ucapnya.

" Saya berharap ke depan kondisi bisa membaik, sehingga usaha kami tetap dapat berjalan dengan baik. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali atas adanya program pameran Bali Bangkit yang sangat mendukung pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah (IKM),” imbuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....