Keterbatasan Bahan Baku Jadi Tantangan Perajin Songket di Bali
- 21 Apr 2026 15:16 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Karangasem – Perajin songket di Bali masih menghadapi sejumlah kendala dalam proses produksi, salah satunya terkait ketersediaan bahan baku. Benang emas yang menjadi komponen utama masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, sehingga berdampak pada kelancaran produksi di tengah meningkatnya permintaan pasar.
Salah seorang perajin songket sidemen, Karangasem, I Gede Pratika Yasa, kepada RRI.CO.ID mengatakan, pemenuhan bahan baku hingga kini masih mengandalkan distribusi dari daerah lain. Kondisi ini membuat proses produksi tidak selalu dapat berjalan sesuai dengan permintaan.
“Kita di bahan baku memang betul-betul seperti dipermainkan, saya juga kurang mengerti. Karena bahan baku seperti benang emas masih kita datangkan dari India, termasuk benang katun. Selama ini distribusinya melalui Palembang sebelum sampai ke Bali. Jadi kita masih bergantung dari sana,” ujar I Gede Pratika Yasa.
Pratika Yasa menjelaskan, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi para pengrajin, terutama saat permintaan produk meningkat. Keterbatasan bahan baku membuat proses produksi kerap tertunda hingga pasokan kembali tersedia.
“Seperti sekarang, benang emasnya tidak ada. Makanya teman-teman pengrajin sering bilang, ada uang bahan baku tidak ada, tidak ada uang bahan baku ada. Karena semua masih bergantung dari Palembang,” ujar I Gede Pratika Yasa.
Para pengrajin songket Bali berharap adanya dukungan dan proteksi dari pemerintah untuk memastikan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan. Dengan pasokan yang lebih stabil, produksi songket diharapkan dapat berjalan optimal sekaligus menjaga kualitas sebagai bagian dari warisan budaya Bali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....