Pedagang Renon Menjaga Warisan Kuliner Tradisional Jaje Bali
- 17 Feb 2026 10:59 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Bali – Di tengah kenaikan harga bahan baku menjelang bulan puasa, pelaku usaha jajanan tradisional tetap mempertahankan kualitas dan cita rasa sebagai upaya menjaga kelestarian kuliner khas daerah. Salah seorang pedagang, Nur Hayati, minggu 15 februari 2026 mengatakan, meskipun harga bahan meningkat, hal tersebut tidak memengaruhi harga jual jajanan yang ia buat sendiri.
“Memang sih mau menjelang puasa ini harga semua meningkat, tapi tidak untuk saya berjualan tidak berpengaruh,” jelasnya.
Ia menilai daya tarik utama jajanan Bali atau jaje Bali terletak pada penggunaan bahan khas, terutama gula aren kuat yang didatangkan dari Karangasem. “Yang diminati karena ciri khas gula aren terbuat dari Karangasem. Dan jaje Bali ini memang saya buat sendiri semuanya,” ungkapnya.
Di balik proses produksi, terdapat tantangan besar yang harus dijalani setiap hari, terutama soal waktu dan cuaca. “Untuk menyajikan jajan ini saya harus bangun jam 3 pagi dini hari. Dan saat hujan harus sedia payung, ada keluarga yang membantu membawa dagangan, tapi saya tetap semangat,” tambahnya.
Ia berharap usahanya terus berkembang sekaligus menjaga keberadaan jajanan tradisional di Pulau Dewata. “Harapan saya semoga jaje Bali ini semakin sukses, ramai pembeli dan peminatnya, dan jaje Bali tetap lestari sehingga akan terus ada di Pulau Dewata,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....