Selada dari Proses Bibit Sampai Panen

  • 13 Feb 2026 08:30 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Dilansir dari https://www.halodoc.com, Selada air merupakan salah satu jenis sayuran yang tergolong dalam famili yang sama dengan kangkung, kubis, dan kubis Brussel. Tanaman ini berwarna hijau gelap dan tumbuh di mata air alami. Tanaman ini banyak tumbuh di daerah dataran tinggi yang mempunyai hawa sejuk.

Saat ini, selada air kerap menjadi bahan dari sejumlah hidangan lezat, berkat rasanya yang menyegarkan dan khas. Namun, tidak hanya itu ternyata kandungan nutrisi dari selada air sangat tinggi. Ini membuat sayuran ini memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Hal ini dimanfaatkan oleh Erawati, Petani Selada asal Tabanan untuk bercocok tanaman ini.

“Saya menanam selada di kebun yang saya sewa, saya hanya sebagai penandu. . Tanah yang saya sewa ada beberapa are. Proses untuk menanam selada ini dari bibit sampai dipanen memerlukan waktu yang tidak terlalu lama. Pertama bibit dijemur, dinoken baru ditanam dan dua bulan sudah bisa dipanen. Untuk satu bedengan ini saya bisa memanen 30 kg tergantung luas bedengannya. Bedangan itu ada yang Panjang dan ada yang pendek. Jika bedengannya pendek hasilnya setengahnya atau 15 kg, tergantung isi lubangnya”, tuturnya ketika ditemuai beberapa waktu lalu di lapak miliknya di daerah Bedugul Tabanan.

Erawati menambahkan, pupuk yang digunakan untuk tanamannya adalah pupuk alami. Selain pupuk alami juga menggunakan pupuk urea untuk tanahnya. Untuk bibit saya bikin sendiri. Jadi seladanya dibiarkan dulu sampai berbungan dan setelah kering itu yang diambil untuk bibit. Jadi proses pembuatan bibit itu selada yang sudah siap panen dibiarkan hingga berbunga dan setelah kering baru bisa dijadikan bibit. Kalau untuk dipanen kan tidak sampai berbunga. Proses pembuatan bibit ini cukup lama sekitar 1 bulan bahkan lebih, sampai benar-benar kering baru bisa jadi bibit. Susah kalau kita beli bibit karena biasanya cepat busuk jika kena air. Saya bikin bibitnya sedikit karena sedikit nanamnya.

Untuk pemasaran selada ini, biasanya ada yang cari. Biasanya sekali ngambil itu sampai 20 kg.dan biasanya untuk dijual lagi. Saya juga jual sendiri dengan membuka lapak. Seperti sekarang karena lagi sepi paling dapat jualan 100 ribu. Jika ramai dapat jualan 400 sampai 500 ribu, ujarnya.

“Untuk kebutuhan sehari-hari dari hasil penjualan selada ini tidak cukup karena anak saya dua. Walaupun begitu pekerjaan ini tetap saya geluti karena tidak bisa meninggalkan anak-anak yang masih sekolah, pungkas Erawati.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....