Tetap Bertahan dengan Pakem dan Kualitas
- 25 Jan 2026 10:48 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Gianyar - Di tengah upaya pelestarian seni kriya tradisional Bali, para pengerajin tedung kini dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Salah satu tantangan utama yang dirasakan adalah semakin banyaknya pengerajin tedung yang memproduksi karya dengan dengan tampilan yang seragam tapi dengan kwalitas yang berbeda.
Salah seorang pengerajin tedung yang berasal dari Desa Petak, Gianyar I Nyoman Suta (78) owner Pande Suta Tedung Mas, mengatakan saat persaingan di pasar semakin ketat. Tidak sedikit tedung yang dijual dengan harga lebih murah, akan tetapi kwalitasnya agak rendah.
"Saya memilih untuk mempertahankan pakem dari tedung itu tersendiri, baik dari segi kwalitas tetap terjaga, karena membuat tedung bagi saya mempunyai kepuasan batin tersendiri," tuturnya.
Ia juga mengatakan kesadaran konsumen terhadap kualitas tedung juga menjadi tantangan tersendiri. Banyak pembeli yang belum memahami perbedaan antara tedung yang dibuat dengan proses tradisional dan tedung yang diproduksi secara cepat.
"Pada umumnya fungsi tedung itu sama, tetapi disini kita berbicara kepuasan batin, kalau konsumen yang lebih teliti, kebanyakan dia membeli disini walaupun dengan harga yang lebih mahal. Sebagian besar tedung produksi kami di peruntukan untuk nedungin sasuhunan barong dan rangda," Imbuhnya.
"Ia berharap adanya edukasi kepada masyarakat serta dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun lembaga budaya, agar kualitas tetap menjadi pertimbangan utama dalam memilih tedung. Guna menjaga warisan budaya yang adiluhung, di tengah arus persaingan dan perubahan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....