Pilih Bahan Baku dari Limbah Kayu
- 23 Jan 2026 14:40 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Limbah kayu yang seringkali tidak dilirik ternyata dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM untuk menghasilkan sebuah produk. Limbah kayu yang diolah dengan baik akan menciptakan produk yang bagus dan berkualitas. Hal inilah yang dilakukan Pelaku UMKM Angga Manggala Yuda Wijaya.
“Mengapa saya tidak memilih bahan lain karena kayu itu menurut saya lebih fleksibel untuk kerjanya apalagi saya kerjanya di wood estetik dan kebetulan saya suka dengan kayu. Saya suka warnanya, keunikannya dan setiap produk yang dibuat ada karakteristiknya. Jadi setiap produk yang dibuat dari bahan kayu ada bedanya. Semua orang suka kayu dan kayu ini sekarang demandnya tinggi”, ungkap Arya dalam Siaran Teras UMKM di Pro 4 RRI Denpasar belum lama ini.
Lebih jauh Arya menyampaikan ide saya mengolah kayu yang terbuang atau limbah kayu ini karena banyak yang masih dalam keadaan bagus jadi sayang untuk dibuang. Dengan menggunakan bahan kayu, produk ini bisa dijual mahal. Selain itu, kayu punya opertunity yang bagus dan marketnya juga bagus.
Produk pertama yang saya buat dan tim adalah produk dekor rumah. Kita memproduksi lampu, kaca portable dan stationary chase. Produk-produk ini kita cari fungsi dan estetiknya. Limbah kayu yang kita pakai limbah kayu jati karena kebanyakan kayu yang dibuang itu kayu jati. Jadi kebanyakan produk yang saya buat dari kayu jati, tetapi ada beberapa produk yang dibuat mix atau dari beberapa bahan kayu. Contohnya lampu hias yang kita buat ini warnanya berbeda dan unik juga, tambah Arya.
Untuk bahan baku membuat produk ini kita dapatkan dari kontraktor. Kita bekerja sama dengan BIP (Bali Interior Persada). Di sana mereka membuat properti-properti bagi villa, restoran, café dan juga produk mereka lebih ke interior kayu. Awalnya memang saya terinspirasi dari sini terutama untuk produk dekor interior. Kemudian untuk bahan limbah kayunya terispirasi dari project yang saya buat di sekolah, tutur Arya.
"Sekarang kita fokusnya ke aksesoris rumah dulu. Untuk produk-produk seperti furniture kita pelan-pelan akan mulai membuat furniture yang besar-besar. Kita juga bisa costum order. Jadi konsumen bisa memesan produk sesuai dengan keinginannya," pungkas Arya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....