Konsisten Menggunakan Teknik Pahat
- 14 Des 2025 10:54 WIB
- Denpasar
KBRN, Gianyar : Di tengah pesatnya perkembangan teknik membuat patung castingan, I Nyoman Ranta (64), seniman patung yang berasal dari Banjar Pengembungan, Batubulan, gianyar. Tetap konsisten dan bertahan membuat patung dengan teknik memahat secara manual, sebuah metode yang menuntut kesabaran, ketelitian, dan kepekaan rasa seni. Setiap detail dibentuk dengan perhitungan matang agar karakter dan nilai estetika patung dapat terlihat hidup.
" Saya mempertahankan teknik memahat ini bertujuan untuk pelestarian, walaupun membutuhkan waktu dan proses yang lama. Akan tetapi patung-patung yang di buat dengan teknik memahat akan menghasilkan nilai seni, dan mengandung filosofi dan makna mendalam , " tuturnya.
Ia juga mengatakan dalam menggunakan teknik memahat, patung yang di hasilkan jauh lebih metaksu (greget ) dan memiliki karakter dan jiwa tersendiri, walaupun untuk kebutuhan pasar, konsumen lebih dominan membeli patung castingan karena harganya jauh lebih murah.
"Bagi saya setiap goresan tidak hanya membentuk rupa, tetapi juga mengalirkan rasa, ketekunan, serta pengalaman batin ke dalam karya patung tersebut, itu yang membuat patung menjadi metaksu, istilah Bali nya patung terlihat pangus, makanya sebgain besar konsumen yang datang kesini adalah kolektor . Saya berharap semoga generasi muda untuk terus mencintai, mempelajari, dan melestarikan seni pahat sebagai bagian dari identitas budaya , " imbuhanya.
Melalui konsistensi menjaga teknik pahat tradisional, nilai seni dalam sebuah karya patung tetap terjaga. Selain melestarikan warisan budaya, karya-karya ini akan menghasilkan keindahan dan memiliki ruh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....