Berawal dari Bingung Mencari Makan
- 08 Des 2025 06:05 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar : Berjalan-jalan menuju ke objek wisata Tanah Lot Tabanan, Bali kita akan melewati salah satu desa yaitu Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Memang tidak ada sesuatu yang khas di desa tersebut, namun kalau kita ingin singgah menikmati kuliner lalapan ayam bakar dan soto balung babi mencarinya tidaklah terlalu sulit. Ada satu warung di desa ini yang menjual kedua menu ini dalam satu tempat.
Warung itu adalah milik Wayan Febri Utamawan (28 tahun). Pemuda asli dari Desa Beraban,Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan memulai usahanya dari kesulitannya untuk mencari makanan saat berkumpul dengan teman-temannya.
Kesulitan mencari makan terutama di malam hari ini akhirnya membuatnya memberanikan diri untuk membuka usaha warung lalapan ayam dan soto balung babi yang dinamakan Warung Peteng.
“Awal mula berkeinginan membuka usaha dari kumpul-kumpul bareng teman dan mau cari makan bingung. Akhirnya kepikiran untuk jualan sendiri. Dari awal saya memang ingin menjual lalapan”, tutur Febri ketika ditemui di tempat usahanya, Rabu 3 Desember 2025.
Menu yang saya jual ada lalapan seperti ayam goreng, ayam bakar, soto balung babi dan nasi goreng. Kalau untuk kisaran harga, ayam goreng saya jual 12 ribu rupiah, ayam bakar 18 ribu rupiah dan untuk soto balung saya jual dari harga 10 ribu rupiah tergantung request. Untuk ayam lalapan seharinya bisa terjual 20 porsi dan untuk soto balung babi sekitar 12 porsi. Sehari pendepatan saya sekitar 500 ribu rupiah. Kalau sebulan, kotornya 15 juta rupiah, belum dipotong biaya operasional. Untuk untung bersihnya sebulan kira-kira 40% dari pemasukan. Cukuplah untuk kehidupan sehari-hari terutama untuk saya yang masih lajang.
Yang menjadi ciri khas dari lalapan yang saya jual adalah sambelnya. Ada dua jenis sambel yang saya sediakan yaitu sambel merah dan sambel hijau. Biasanya sambel hijaunya yang menjadi kegemaran pembeli. Kalau menu yang paling banyak dipesan adalah soto balung babi dan ayam bakar karena di sini jarang ada yang menjualnya.
“Sekarang saya masih sendiri menjual dagangan saya karena belum punya pegawai. Keinginan untuk mencari pegawai sih ada terutama yang mau kerja sampai malam. Kalau jam buka warung dari jam 6 sore sampai jam 1 malam. Pokoknya saya tutup sampai jualannya habis.Pembeli yang paling ramai tidak menentu, tetapi biasanya ramainya kalau weekend di hari sabtu dan minggu lumayanlah. ” tambahnya.
Keinginan yang paling besar saat ini adalah untuk mengembangkan menu baru dengan bentuk yang simpel agar mudah dijual dan pelayanannya juga bisa lebih cepat. Selain itu ada juga keinginan saya untuk punya tempat jualan sendiri karena tempat ini masih sewa, mudah-mudah bisa segera terwujud, pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....