Ekonomi Digital Diprediksi Melonjak, Pemerataan Manfaat Jadi Tantangan
- 12 Agt 2026 10:01 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Potensi ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus meningkat dalam dua dekade ke depan. Namun, pertumbuhan tersebut dinilai harus diiringi upaya agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memproyeksikan nilai ekonomi digital Indonesia mencapai Rp22.513 triliun pada 2045. Nilai tersebut diperkirakan berkontribusi sekitar 19% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
Saat pembukaan Digital Transformation Indonesia Conference & Expo di Jakarta pada Rabu, 5 Agustus 2026, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah menyebut pada tahun 2045, ekonomi digital diproyeksikan menyumbang sekitar 19% dari total PDB dengan nilai lebih dari 20.000 triliun rupiah.
Menurut Edwin, Indonesia juga diperkirakan memiliki 203,1 juta penduduk usia produktif pada 2030 atau sekitar 68% dari total populasi. Besarnya jumlah angkatan kerja tersebut menjadi modal penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital sekaligus meningkatkan daya saing nasional. Meski peluangnya besar, Edwin menilai tantangan utama bukan hanya mengejar pertumbuhan, melainkan memastikan setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk ikut berkembang di era digital. Karena itu, prinsip inklusivitas perlu diterapkan sejak pembangunan infrastruktur, pengembangan layanan digital, peningkatan talenta, penyusunan standar aksesibilitas, hingga pengelolaan risiko digital.
Ekosistem digital Indonesia sendiri dibangun di atas empat lapisan yang saling terhubung. Lapisan tersebut meliputi infrastruktur fisik seperti jaringan internet dan pusat data, infrastruktur virtual seperti komputasi awan, keamanan siber, serta jaringan distribusi konten, kemudian platform digital, hingga berbagai aplikasi yang digunakan masyarakat.
“Keempat lapisan ini tidak dapat dikembangkan secara terpisah,” ujar Edwin. Menurutnya, setiap lapisan harus berkembang secara seimbang agar layanan digital dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun dunia usaha.
Komdigi juga mengembangkan transformasi digital melalui tiga pilar utama, yaitu Connected (Terhubung), Growing (Tumbuh), dan Secure (Terjaga). Ketiga pilar tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang tidak hanya mendorong aktivitas ekonomi, tetapi juga aman dan dipercaya oleh pengguna.
Sejumlah lembaga internasional, termasuk Bank Dunia dan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), juga menilai bahwa investasi pada infrastruktur digital, peningkatan keterampilan digital masyarakat, serta keamanan siber merupakan faktor penting agar ekonomi digital dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....