Goldman Sachs: Pekerja yang Diganti AI Akan Menemui Banyak Tantangan
- 23 Apr 2026 14:44 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID,Las Vegas - Perkembangan Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan ternyata membawa dampak serius bagi dunia kerja. Laporan dari Goldman Sachs menyebutkan bahwa pekerja yang kehilangan pekerjaan karena AI berisiko mengalami penurunan kesejahteraan dalam jangka panjang.
Menurut analisis tersebut, pekerja yang tergantikan teknologi cenderung mengalami penurunan gaji saat kembali bekerja. Secara rata-rata, pendapatan mereka bisa turun sekitar 3 persen dibandingkan sebelumnya.
Penurunan ini tidak hanya terjadi dalam waktu singkat, tetapi bisa berlangsung hingga satu dekade. Dalam periode tersebut, pertumbuhan pendapatan mereka juga lebih lambat dibandingkan pekerja yang tidak terdampak teknologi.
Selain soal gaji, peluang untuk mendapatkan pekerjaan baru juga menjadi lebih sulit. Pekerja yang terdampak teknologi biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali bekerja dibandingkan mereka yang kehilangan pekerjaan karena alasan lain.
Dalam jangka panjang, risiko pengangguran juga meningkat. Bahkan setelah mendapatkan pekerjaan baru, banyak dari mereka harus menghadapi kondisi kerja yang kurang ideal.
Hal ini terjadi karena mereka sering beralih ke pekerjaan dengan tingkat keahlian yang lebih rendah. Kemampuan yang sebelumnya mereka miliki menjadi kurang relevan karena sudah digantikan oleh teknologi.
Goldman Sachs juga menemukan bahwa tren ini sudah terlihat dari data selama 40 tahun terakhir. Dampaknya bisa menjadi lebih buruk jika terjadi bersamaan dengan kondisi ekonomi yang melemah atau resesi.
Di sisi lain, penggunaan AI oleh perusahaan memang terus meningkat. Banyak perusahaan memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan efisiensi dan menekan biaya operasional, termasuk dengan mengurangi jumlah tenaga kerja.
Bahkan, diperkirakan AI dapat menggantikan sekitar 7 persen pekerjaan di Amerika Serikat dalam 10 tahun ke depan. Kondisi ini menunjukkan bahwa perubahan besar di pasar tenaga kerja sedang berlangsung.
Meski terdengar mengkhawatirkan, ada langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampaknya. Salah satunya adalah mengikuti pelatihan ulang atau meningkatkan keterampilan agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.
Pekerja yang melakukan pelatihan ulang terbukti memiliki peluang lebih baik untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi risiko pengangguran. Hal ini menunjukkan bahwa adaptasi menjadi kunci penting dalam menghadapi era AI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....