YLPK Bali Terima Banyak Aduan Dugaan Investasi Bermasalah, Warga Diminta Waspada

  • 30 Sep 2026 14:09 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali menerima sejumlah pengaduan masyarakat terkait dugaan penipuan berkedok investasi. Pengaduan yang mengarah pada dugaan tindak pidana kemudian diarahkan untuk dilaporkan kepada aparat penegak hukum, termasuk kepolisian.

Ketua YLPK Bali Putu Armaya mengatakan pengaduan tersebut umumnya berkaitan dengan tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan kepada masyarakat. "Pengaduannya lumayan banyak. Mereka menanyakan bagaimana cara pengaduannya, kemudian ada yang menjanjikan keuntungan-keuntungan. Karena mengarah pada unsur pidana atau penipuan, kami arahkan ke kepolisian," kata Armaya, Rabu 30 September 2026.

Namun, Armaya menjelaskan tidak seluruh persoalan yang menggunakan istilah investasi otomatis masuk ke ranah pidana. Jika persoalan berkaitan dengan transaksi perdagangan atau jual beli, kasus tersebut dapat ditangani dari perspektif perlindungan konsumen.

Ia mencontohkan persoalan jual beli emas yang bermasalah. Dalam kasus semacam itu, masyarakat perlu memahami posisi dan haknya sebagai konsumen serta memastikan transaksi dilakukan secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Apapun bentuk investasinya, masyarakat harus kembali menjadi konsumen cerdas. Teliti sebelum membeli, terutama yang menyangkut perdagangan dan perlindungan konsumen," ujarnya.

Menurut Armaya, investasi yang menempatkan masyarakat sebagai investor memiliki karakter berbeda dengan transaksi jual beli. Risiko semakin besar ketika masyarakat menyerahkan dana kepada pengelola dengan iming-iming keuntungan tertentu, tetapi kemudian pengelola tidak dapat dihubungi atau diduga melarikan diri.

Karena itu, Armaya meminta masyarakat tidak terburu-buru menyerahkan uang sebelum memahami legalitas, mekanisme, serta risiko investasi yang ditawarkan. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan janji keuntungan sebagai satu-satunya pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....