Permata Bank Hadirkan Wealth Wisdom 2026 di Bali, Strategi Investasi Lebih Adaptif

  • 18 Sep 2026 13:11 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Dinamika ekonomi global yang terus berubah mendorong investor untuk lebih adaptif dalam menyusun strategi investasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus Permata Bank melalui penyelenggaraan Wealth Wisdom 2026 di Bali dengan mengangkat tema Finding Balance, Building Resilience dan semangat Growing Together Through Changes.

Bali dinilai memiliki prospek ekonomi yang tetap menarik di tengah perubahan tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Bali pada triwulan II 2026 tumbuh 5,78 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp89,27 triliun.

Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian Bali dengan porsi 21,91 persen. Kondisi ekonomi Bali dan perkembangan ekonomi global menjadi bagian dari pembahasan dalam Wealth Wisdom 2026.

Melalui agenda tersebut, Permata Bank mengajak nasabah memahami faktor-faktor yang memengaruhi pasar, mengenali risiko dan peluang, serta menyusun strategi investasi yang tetap selaras dengan profil risiko dan tujuan finansial. Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank, Eddie Sajoga, mengatakan Bali menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan di tengah perubahan.

“Bali mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keseimbangan di tengah perubahan. Nilai tersebut sejalan dengan tema Wealth Wisdom tahun ini, Finding Balance, Building Resilience. Kami ingin terus mendampingi nasabah untuk menghadapi perubahan, menjaga apa yang berharga, dan memanfaatkan peluang untuk tumbuh bersama,” kata Eddie, Rabu 16 September 2026.

Menurut Eddie, pengelolaan kekayaan tidak semata-mata berkaitan dengan nilai aset maupun hasil investasi, tetapi juga dengan tujuan kehidupan dan keberlanjutan kesejahteraan keluarga. “Bagi kami, kekayaan bukan hanya soal angka atau hasil investasi, tetapi juga tentang apa yang ingin kita jaga dan persiapkan bagi orang-orang yang kita sayangi. Di tahun yang ke-12 ini, Wealth Wisdom diharapkan kembali menjadi ruang untuk bersilaturahmi dan belajar bersama, tidak hanya tentang ekonomi dan investasi, tetapi juga kehidupan yang lebih seimbang,” ujarnya.

Dalam Wealth Wisdom 2026 Bali, Permata Bank menghadirkan sesi bertajuk Turning Economic Shifts into Opportunities bersama Financial Educator Gema Goeyardi dan Director Batavia Prosperindo Aset Management Eri Koesnadi. Keduanya membahas sejumlah faktor makroekonomi yang dapat memengaruhi pasar dan menjadi pertimbangan investor dalam menentukan strategi investasi.

Gema menyoroti dampak kebijakan perdagangan, pergerakan harga minyak, hingga kondisi likuiditas global terhadap berbagai indikator ekonomi dan kelas aset. Perubahan pada faktor-faktor tersebut dapat berdampak terhadap nilai tukar, inflasi, suku bunga, hingga pergerakan aset investasi.

“Di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah, kemampuan beradaptasi menjadi semakin penting. Investor perlu memahami bagaimana perubahan makroekonomi dapat memengaruhi berbagai sektor dan aset sebelum menentukan ke mana dana akan dialokasikan,” ujar Gema.

Ia menambahkan, kondisi bisnis dan instrumen investasi perlu dievaluasi secara berkala agar strategi yang diterapkan tetap sesuai dengan profil risiko dan tujuan finansial investor. Sementara itu, Eri Koesnadi menyoroti sejumlah indikator global dan domestik, antara lain arah suku bunga Amerika Serikat, inflasi, kondisi fiskal, harga energi, serta perkembangan investasi di sektor teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI).

Menurut Eri, berbagai faktor tersebut turut memengaruhi kondisi likuiditas dan pergerakan aset di pasar. “Pasar bersifat dinamis dan tidak ada satu kondisi yang dapat dipastikan akan berlangsung selamanya. Karena itu, investor perlu melihat berbagai indikator secara menyeluruh, mulai dari perkembangan inflasi, suku bunga, harga energi, kebijakan fiskal hingga arah perekonomian domestik dan global sehingga dapat menyusun strategi yang lebih adaptif terhadap perubahan,” kata Eri.

Perspektif tersebut menekankan pentingnya mengevaluasi alokasi aset, tingkat risiko, dan kesesuaian strategi investasi secara berkala, terutama ketika kondisi ekonomi atau prioritas finansial mengalami perubahan. Memasuki tahun penyelenggaraan ke-12, Wealth Wisdom menjadi bagian dari upaya Permata Bank menyediakan ruang edukasi dan pertukaran perspektif bagi nasabah terkait pengelolaan kekayaan dalam berbagai tahapan kehidupan.

Kebutuhan finansial dapat berkembang seiring perjalanan hidup, mulai dari perencanaan personal dan keluarga, pengembangan bisnis dan sumber kekayaan, hingga persiapan legacy bagi generasi berikutnya. Wealth Wisdom 2026 mengusung enam pilar, yakni Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving, dan Moments.

Keenamnya menggambarkan berbagai dimensi yang dipandang relevan dalam membangun kehidupan yang lebih seimbang dan bermakna. Permata Bank juga mendukung perjalanan pengelolaan kekayaan nasabah melalui pendampingan Relationship Manager, solusi wealth management yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, serta dukungan layanan digital melalui Digital Transaction Assistance (DiTA).

Untuk mendukung keberlanjutan kekayaan lintas generasi, Permata Bank turut menghadirkan Next Gen Trip to Shanghai 2026. Program edukatif tersebut ditujukan bagi generasi muda dari keluarga nasabah Priority dan Private untuk memperluas wawasan global, kepemimpinan, dan perspektif bisnis melalui kunjungan ke universitas serta perusahaan di Shanghai.

Setelah Bali, rangkaian Wealth Wisdom 2026 akan berlanjut ke Medan pada 23 September, Bandung pada 30 September, Surabaya pada 7 Oktober, dan berakhir di Jakarta pada 22 Oktober 2026. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Wealth Wisdom 2026, silakan kunjungi laman resmi Permata Bank di http://www.permatabank.com/id/article/wealth-wisdom-2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....