Dukung UMKM, KrediOne Perkuat Kolaborasi Industri Pindar

  • 23 Agt 2026 11:14 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - KrediOne terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekosistem layanan keuangan digital dan pelaku UMKM di Bali melalui partisipasinya dalam Fintech Lending Days (FLD) 2026, yang diselenggarakan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) pada 20–21 Agustus 2026 di Bali. Partisipasi ini menjadi bagian dari langkah KrediOne untuk memperluas konektivitas dengan regulator Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi, mitra strategis, serta pelaku usaha sekaligus menghadirkan kontribusi yang lebih nyata bagi perkembangan ekosistem layanan keuangan digital di daerah.

FLD 2026 mempertemukan lebih dari 200 peserta dari ekosistem Pindar dan mitra strategis melalui rangkaian strategic forum, business matching, networking session, hingga industry showcase. Forum ini menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif, membangun jejaring, dan membuka peluang kolaborasi yang dapat mendukung perkembangan industri sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha di berbagai daerah.

CEO KrediOne, Kuseryansyah mengatakan, keterlibatan pihaknya dalam FLD 2026 bukan sekadar kehadiran dalam agenda industri, tetapi bagian dari upaya untuk membangun kolaborasi yang lebih dekat antara industri Pindar dengan kebutuhan ekonomi di tingkat daerah. Fintech Lending Days disebut menjadi ruang penting untuk melihat perkembangan industri Pindar tidak hanya dari perspektif bisnis, tetapi juga dari bagaimana industri dapat mengambil peran dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.

“Bali memiliki karakter ekonomi yang kuat dengan potensi UMKM yang besar. Karena itu, kami melihat forum ini sebagai kesempatan untuk mempertemukan industri dengan kebutuhan nyata di lapangan sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas,” ujarnya.

Hingga Juli 2026, KrediOne telah menyalurkan pendanaan sebesar Rp19 triliun secara nasional, dengan Rp572 miliar di antaranya disalurkan di Provinsi Bali. Capaian tersebut mencerminkan kontribusi KrediOne dalam memperluas akses pendanaan digital sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai daerah.

KrediOne juga memandang bahwa perluasan akses keuangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi. Karena itu, dalam rangkaian FLD 2026, KrediOne turut melakukan kegiatan literasi keuangan bagi pelaku UMKM dan kelompok tani di Bali, sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan layanan keuangan digital secara lebih bijak dan bertanggung jawab. “Akses dan literasi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan,” ujarnya.

“Kami ingin memastikan bahwa ketika akses terhadap pendanaan semakin terbuka, masyarakat dan pelaku UMKM juga memiliki pemahaman yang cukup untuk menentukan kebutuhan pembiayaan, mengelola penggunaannya, dan mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab. Bagi kami, di situlah makna inklusi keuangan yang sesungguhnya,” lanjut Kuseryansyah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara KrediOne dengan Kelompok Tani Jambu Kristal Tabanan, Bali, pada kegiatan FLD 2026 ini. “Penandatanganan MoU dengan Kelompok Tani Jambu Kristal Tabanan merupakan bentuk konkret dari KrediOne dalam FLD 2026. Kami tidak ingin kolaborasi berhenti pada forum dan diskusi, tetapi dapat diwujudkan menjadi kerja sama yang memiliki manfaat nyata bagi pelaku usaha,” katanya.

“Kami berharap kerja sama ini dapat mendukung pengembangan usaha sekaligus membuka peluang pertumbuhan yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat di daerah,” sambung Kuseryansyah.

Membangun Ekosistem Pindar yang Kredibel dan Berkelanjutan Rangkaian Fintech Lending Days 2026 turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya M. Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI; I Wayan Koster, Gubernur Bali; Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas OJK; serta Entjik S. Djafar, Ketua Umum AFPI, serta pelaku industri pindar hingga komunitas dan pelaku UMKM.

Bagi KrediOne, FLD 2026 menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pertumbuhan industri Pindar perlu berjalan seiring dengan perluasan akses, peningkatan literasi, serta kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha. FLD 2026 juga dianggap mampu menjaga pertumbuhan bisnis yang selaras dengan terciptanya ekosistem keuangan digital yang sehat dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....