Kenaikan BBM Nonsubsidi Jadi Pemicu Utama Inflasi Bali saat Galungan
- 02 Jul 2026 07:09 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat inflasi bulanan pada Juni 2026 mencapai 0,71 persen. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya permintaan masyarakat bertepatan dengan Hari Raya Galungan dan penyesuaian harga BBM nonsubsidi, sehingga memberikan tekanan pada harga barang dan jasa.
Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan kepada RRI di Denpasar Rabu, 1 Juli 2026 mengatakan, inflasi Juni tergolong cukup tinggi karena dua faktor tersebut terjadi secara bersamaan. "Inflasi Juni cukup tinggi karena dipengaruhi momentum Galungan dan kenaikan BBM nonsubsidi. Dampaknya, bensin menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar," ujarnya dalam konferensi pers.
Agus menambahkan, kenaikan harga BBM nonsubsidi berpotensi mendorong kenaikan harga komoditas lain dalam jangka panjang karena hampir seluruh proses distribusi barang bergantung pada transportasi. Namun, menurutnya hingga kini BBM bersubsidi belum mengalami penyesuaian harga.
"Dalam jangka panjang, kenaikan harga BBM nonsubsidi berpotensi mempengaruhi harga komoditas lain karena distribusi barang sangat bergantung pada transportasi. Namun hingga saat ini, BBM bersubsidi belum mengalami kenaikan harga," jelasnya.
Data BPS menunjukkan kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,30 persen. Secara komoditas, bensin memberikan andil inflasi tertinggi sebesar 0,31 persen setelah harganya naik 6,04 persen. Selain itu, inflasi juga dipengaruhi kenaikan harga bawang merah, bawang putih, wortel, buncis, beras, pisang, minyak goreng, dan daging babi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....