Modus "Telepon Hening", Kenali Bahaya Pencurian Suara Berbasis AI

  • 28 Mei 2026 13:39 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID - Hati-hati saat menerima panggilan dari nomor tidak dikenal yang hanya memberikan keheningan saat diangkat. Fenomena ini bukan sekadar gangguan teknis, melainkan modus pencurian identitas suara.

Pelaku sengaja memancing korban untuk bersuara guna merekam sampel audionya. Dengan teknologi Kecerdasan Buatan (AI), rekaman singkat tersebut diolah menjadi tiruan suara yang sangat identik untuk menipu orang-orang terdekat korban.

Skema penipuan ini biasanya melibatkan skenario darurat, seperti klaim kecelakaan atau masalah hukum, yang bertujuan memeras uang dari kerabat korban. Teknologi kloning suara telah mencapai tingkat akurasi yang sangat mengkhawatirkan.

Hal ini memungkinkan pelaku menciptakan narasi palsu yang terdengar sangat nyata, sehingga sulit dibedakan oleh pendengar yang sedang berada dalam kondisi panik. Keamanan siber menjadi isu krusial di tengah pesatnya perkembangan teknologi ini.

Pakar keamanan siber dan pendiri firma keamanan Check Point, Gil Shwed, memperingatkan dalam sebuah laporan teknis bahwa, kejahatan berbasis AI telah berkembang pesat, di mana hanya dengan sampel suara beberapa detik saja, pelaku dapat menciptakan deepfake audio yang cukup meyakinkan untuk membobol kepercayaan orang terdekat atau bahkan sistem keamanan biometrik suara.

Sebagai langkah mitigasi, masyarakat disarankan menerapkan protokol "Silent First". Jangan pernah memulai pembicaraan saat menerima telepon asing; biarkan penelepon yang berbicara lebih dulu.

Jika dalam waktu 3 hingga 5 detik tetap tidak ada suara dari seberang telepon, segera matikan panggilan tersebut dan blokir nomornya untuk mencegah upaya perekaman lebih lanjut. Selain itu, penting untuk memasang aplikasi identifikasi panggilan guna menyaring label nomor yang ditandai sebagai "Spam" atau "Telepon Hening".

Langkah proteksi lainnya adalah membuat "kata sandi keluarga" yang bersifat rahasia. Jika ada kerabat yang menelepon meminta bantuan darurat dengan suara yang mirip, mintalah kata sandi tersebut sebagai langkah verifikasi identitas yang akurat.

Jika Anda telanjur berbicara pada telepon yang mencurigakan, jangan langsung panik. Segera beri tahu keluarga dan kontak terdekat agar mereka waspada dan mengabaikan segala bentuk permintaan dana yang mengatasnamakan Anda.

Edukasi dan kewaspadaan dini adalah kunci utama dalam melindungi diri dari kerugian besar akibat kejahatan digital berbasis AI ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....