Kembangkan SDM, Puluhan Koperasi Jembrana Ikut Diklat Digitalisasi
- 22 Apr 2026 13:27 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jembrana: Dalam rangka meningkatkan kwalitas gerakan koperasi Jembrana, khususnya dibidang administrasi usaha, keuangan dan pembukuan, Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Jembrana bekerjasama dengan PT. Sakti Kinerja Kolaborasindo menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Digitalisasi, Selasa 21 April 2026. Diklat yang dipusatkan di aula kampus Politeknik Negeri Baluk ini diikuti 40 koperasi selama tiga hari.
Ketua Dekopinda Jembrana, Gede Gunadnya, SH. MH, mengatakan, 40 peserta koperasi yang dilibatkan untuk mengikuti pelatihan ini sudah memenuhi persyaratan yakni sebagai koperasi sehat. "Untuk tahap awal kita menjaring 40 peserta, dimana koperasi-koperasi ini sudah dipastikan bisa mengikuti Diklat Digitalisasi dan dikategorikan koperasi sehat. Kalau ini berhasil, tahap selanjutnya kita akan laksanakan kembali," jelasnya.
Gunadnya berharap, dengan diselenggarakannya pelatihan digitalisasi ini, gerakan koperasi di Jembrana mampu bersaing dan mengikuti berkembang teknologi yang lebih modern di era digital saat ini. "Kami harapkan nantinya koperasi bisa mengikuti perkembangan teknologi, sehingga koperasi mampu untuk memberikan sesuatu jawaban kepada anggota, khususnya penyajian administrasi yang lebih modern. Mudah mudahan apa yang kita harapkan bersama koperasi ini semakin maju semakin sehat dan semakin mencari dan profesional," harapnya.
Sementara, Kabid Koperasi, Dinas Koperasi, UMK dan Perdagangan Kabupaten Jembrana, I Made Oka Artana menyampaikan, hingga saat ini jumlah koperasi di Jembrana tercatat lebih dari 300 koperasi, termasuk Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang tengah dibangun di 51 desa/kelurahan di Jembrana. "Sesuai dengan data koperasi Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan sebanyak 339 koperasi, termasuk diantaranya 51 desa/kelurahan koperasi merah putih," jelasnya.
Keberadaan KDKMP ini, menurutnya sebagai bentuk motivasi dalam persaingan usaha yang sehat untuk perkembangan dan kemajuan ekonomi khususnya ditingkat desa /kelurahan. "Keberadaan koperasi merah putih tentunya tidak ada dampak berarti, yang jelas namanya juga usaha, tentu bersaing dengan sehat. Semakin banyak ada koperasi, tentu semakin banyak pilihan untuk masyarakat," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....