Peran Literasi Keuangan dalam Meningkatkan Ketahanan Ekonomi UMKM

  • 08 Nov 2025 11:48 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Dalam dinamika perekonomian nasional, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja, pemerataan pendapatan, serta pertumbuhan ekonomi. Namun, di tengah kompleksitas tantangan global dan domestik, keberlanjutan usaha sektor ini sangat bergantung pada tingkat literasi keuangan para pelakunya. Pelaku UMKM Eka Wijayanti dikonfirmasi RRI Denpasar menyampaikan, literasi keuangan bukan sekadar kemampuan mengelola uang, melainkan pemahaman yang komprehensif terhadap perencanaan, pengelolaan risiko, serta pengambilan keputusan finansial yang rasional dan strategis.

“Literasi keuangan sangat berperan dalam cara kami mengambil keputusan bisnis, usaha ini terbiasa melakukan pencatatan keuangan sederhana dan konsisten, seperti memisahkan uang pribadi serta usaha, membuat proyeksi biaya produksi maupun menghitung margin keuntungan yang realistis,” ujarnya Selasa (04/11/2025).

Eka menambahkan, secara konseptual, literasi keuangan mencakup tiga komponen utama, yakni pengetahuan finansial, perilaku keuangan, dan sikap keuangan. Ketiganya membentuk dasar bagi pelaku UMKM dalam mengatur arus kas, memanfaatkan produk dan layanan keuangan formal, serta mengantisipasi risiko ekonomi yang mungkin terjadi.

“Saat awal membangun perusahaan memang banyak keputusan yang didorong intusisi, sejauh ini kami menyadari bahwa arus kas ini nyawa dalam usaha,” ucapnya.

Eka menyebut, tingkat literasi keuangan yang rendah sering kali menjadi penyebab lemahnya daya saing UMKM, terutama dalam hal akses pembiayaan, pengendalian utang, serta keberlanjutan operasional jangka panjang. Literasi keuangan bukan hanya aspek pendukung, tetapi juga instrumen strategis dalam membangun ketahanan ekonomi UMKM. Dengan pemahaman finansial yang mumpuni, pelaku usaha tidak hanya mampu bertahan di tengah gejolak ekonomi, melainkan juga bertransformasi menjadi agen penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....