Generasi Millenial dan Gen Z, Hati-hati dengan Doom Spending
- 11 Mar 2025 15:11 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar : Setelah doom scrolling, dunia modern saat ini ada pada fenomena baru doom spending. Istilah ini merujuk pada perilaku impulsif dalam berbelanja yang dipicu oleh kecemasan, ketakutan, atau stres akibat situasi dunia yang tidak menentu. Fenomena ini, banyak dialami oleh generasi millenial dan Gen Z, memiliki dampak yang lebih jauh dari sekadar pengeluaran berlebihan—dapat merusak stabilitas keuangan dan menambah tekanan mental.
Doom spending adalah tindakan belanja yang berlebihan, biasanya untuk barang-barang yang tidak esensial, sebagai cara untuk meredakan stres atau kecemasan akibat kondisi dunia yang penuh tantangan, seperti krisis iklim, ketidakpastian ekonomi, dan tekanan sosial. Doom spending sering kali memberikan kepuasan instan, tetapi berakhir dengan penyesalan dan rasa bersalah, yang hanya memperburuk keadaan emosional dan keuangan kita.
Menurut survei dari Credit Karma, dikutip dari Vogue, sekitar 43% dari generasi millenial dan 35% dari Gen Z mengaku melakukan doom spending. Ada beberapa faktor yang memperburuk kebiasaan ini seperti tekanan ekonomi, yaitu meningkatnya biaya hidup, inflasi, dan harga rumah yang tinggi membuat banyak orang merasa terjebak.
Pengaruh media sosial dengan gaya hidup yang "terlihat" sempurna, serta barang-barang mewah yang dipamerkan, semakin memperburuk perasaan kecemasan dan ketidakmampuan untuk mengikuti tren. Ini mendorong individu untuk menghabiskan uang untuk membeli barang yang sebenarnya, tidak mereka butuhkan. Kemudahan pada fasilitas pay later atau metode beli sekarang bayar nanti, juga semakin memudahkan konsumen untuk berbelanja tanpa memikirkan konsekuensi finansial jangka panjang.
Lalu bagaimana cara menghindarikan doom spending? Anda dapat mengelola keuangan dengan cara yang lebih terstruktur. Gunakan aturan anggaran seperti 50/30/20, yang mengalokasikan 50% untuk pengeluaran penting, 30% untuk pengeluaran hiburan, dan 20% untuk tabungan atau investasi.
Cara terbaik lainnya untuk mengatasi doom spending adalah dengan mengenali emosi yang mendasari keputusan belanja Anda. Catat juga bagaimana perasaan Anda sebelum dan setelah membeli barang tertentu. Apakah anda berbelanja karena stres, bosan, atau hanya karena barang tersebut terlihat menarik?. Mengatur waktu dalam menggunakan media sosial juga perlu dipertimbangkan, atau mengubah jenis konten yang Anda konsumsi. Hindari aplikasi belanja di ponsel Anda, atau hapus akun yang terlalu berfokus pada materi dan gaya hidup mewah.
Mengalihkan perhatian dari belanja dapat juga dilakukan dengan mencari aktivitas yang menenangkan namun tidak memerlukan biaya, seperti berjalan-jalan, yoga, membaca buku, atau berbicara dengan teman. Aktivitas-aktivitas ini dapat mengurangi kecemasan tanpa memberikan tekanan finansial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....