Keanu Residences Hadir dengan Semangat Pembangunan Berbasis Komunitas
- 28 Jul 2026 07:14 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Ubud – Seiring pesatnya ekspansi sektor pariwisata Bali, pengawasan terhadap dampaknya pada kehidupan warga lokal sehari-hari pun semakin ketat. Kekhawatiran soal kelangkaan air, kemacetan lalu lintas, dan alih fungsi lahan pertanian menjadi bahan perbincangan umum terkait pertumbuhan pulau ini.
Kini, para pengembang semakin dituntut untuk mempertanggungjawabkan bagaimana proyek mereka berintegrasi dengan lingkungan sekitar, bukan sekadar berdiri secara eksklusif. Keanu Residences, sebuah kawasan berisi 10 hunian tepi pantai yang baru-baru ini diperkenalkan secara eksklusif di Bali Nexus, dirancang khusus untuk menjawab tantangan tersebut.
Charlie Hearn, pendiri sekaligus arsitek utama di Inspiral Studios yang memimpin perancangan proyek ini, menyatakan bahwa proyek tersebut bertujuan untuk menghindari model "salin-tempel" (copy-and-paste) yang marak dalam pembangunan vila di tempat lain. Model lama tersebut kerap mengabaikan lingkungan sekitar dan umumnya ditelantarkan begitu saja setelah unitnya terjual.
Charlie menjalankan biro arsitektur pemenang penghargaan yang dikenal lewat karya hunian, perhotelan, dan destinasi berbasis konteks lokal di Indonesia maupun internasional. Karya-karya studionya telah meraih pengakuan internasional, termasuk Prix Versailles Award dan International Design Awards.
"Untuk pembangunan ini, fokus utamanya adalah warisan (legacy)," kata Charlie.
"Ini tentang meningkatkan kualitas hidup masyarakat, keberlanjutan jangka panjang, serta menerapkan banyak prinsip yang mampu menyatukan orang-orang,” lanjutnya.
Filosofi tersebut juga melandasi pemilihan lokasinya. Keramas berada di koridor hunian Bali Timur yang sedang berkembang, berdampingan dengan Saba dan kawasan pertumbuhan Klungkung yang lebih luas, yang menjadi salah satu dari sedikit pesisir Bali yang belum padat bangunan. Berbeda dari pusat-pusat pariwisata Bali yang sudah jenuh, kawasan ini sebagian besar masih mempertahankan ritme kehidupan masyarakat lokal yang telah menetap turun-temurun.
Charlie mengungkapkan bahwa menempatkan proyek di sana, alih-alih di area Bali yang sudah padat, merupakan langkah sengaja untuk mengurangi beban pembangunan di tempat lain. "Langkah ini mengurangi kepadatan di wilayah lain," ujarnya.
"Cara ini menciptakan sesuatu yang mendukung infrastruktur yang ada sekaligus memberikan nilai tambah bagi kawasan tersebut,’” sambungnya.

Struktur Keanu sebagai kawasan hunian pribadi berpagar (gated community),bukan properti sewaan jangka pendek atau produk berlabel perhotelan, juga memperkuat posisi ini. Tim proyek berargumen bahwa jumlah penghuni jangka panjang yang lebih sedikit dan stabil akan berintegrasi lebih alami dengan masyarakat sekitar dibandingkan dengan arus tamu menginap yang terus berganti.
Desainnya mengusung prinsip Tri Hita Karana, yakni ajaran tradisional Bali tentang keharmonisan antara manusia, alam, dan ranah spiritual. Kerangka kerja ini diwujudkan melalui penggunaan material lokal serta penyelarasan bangunan dengan lanskap sekitar, bukan sekadar menerapkan gaya arsitektur impor.
Di tengah pasar tempat istilah "berkelanjutan" dan "berfokus pada komunitas" sering kali sekadar jadi bahasa pemasaran, Charlie menegaskan perbedaan antara proyek yang cuma memakai kata-kata itu dan proyek yang benar-benar menerapkannya dalam struktur fisik pembangunan — mulai dari asal material hingga seberapa besar area alam yang dibiarkan tetap utuh. Proyek ini diperkenalkan secara eksklusif oleh Bali Nexus.
Pendirinya, Ronaldo Orlovskyi, sebelumnya menyampaikan secara terbuka tentang pentingnya pembangunan Bali yang tetap bertanggung jawab terhadap masyarakat lokal, sejalan dengan pertumbuhan sektor pariwisata. Ia menegaskan bahwa investasi berkualitas adalah investasi yang menciptakan nilai jangka panjang, menyerap tenaga kerja lokal, dan memberikan dampak positif nyata bagi komunitas di sekitarnya, bukan hanya bagi wisatawan yang sekadar melintas.
"Saya percaya pulau ini adalah milik masyarakatnya, dan kita perlu menciptakan pembangunan yang juga memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi komunitas lokal — bukan hanya untuk para wisatawan," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....