Warga Pendem Jembrana Mulai Kesulitan Air Bersih akibat Kekeringan

  • 28 Jul 2026 07:01 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Untuk mengantisipasi krisis air, PMI Jembrana bergerak cepat menyalurkan air bersih kepada warga di Lingkungan Pancardawa, Kelurahan Pendem, Kabupaten Jembrana, Senin 27 Juli 2026. Pendistribusian air bersih ini menindaklanjuti keluhan warga yang mengalami kesulitan air bersih dampak kekeringan akibat kemarau panjang yang terjadi beberapa bulan terakhir.

Dari pantauan di lokasi, satu mobil tangki menyisir bak-bak dan tandon penampungan air milik warga maupun yang disediakan pemerintah. Tangki berkapasitas 5000 liter air ini disalurkan ke empat titik lokasi, mengisi 5 tandon air dan 2 bak penampungan milik warga.

Ditemui langsung di lokasi, Kepala Markas PMI Jembrana, I Wayan Wikrama Wardana mengatakan, pendistribusian air bersih ini baru pertama kali dilakukan atas permintaan warga melalui kepala lingkungan. Sebanyak 5000 liter air langsung didistribusikan kepada warga.

Sesuai prakiraan dari BMKG, kata dia, musim kemarau yang berpotensi memicu kekeringan diprediksi berlangsung pada bulan Agustus hingga September mendatang. Namun demikian, pihaknya memprediksi dampak kekeringan ini berlangsung hingga bulan Desember.

"Dari kami PMI memprediksi kekeringan ini mungkin saja berlanjut hingga Desember. Untuk hari ini kita salurkan sebanyak 5000 liter (air bersih)," ungkapnya.

Sehingga program PMI Bali, untuk pendistribusian air bersih akan terus digencarkan selama musim kemarau sesuai permintaan warga. Di Jembrana, kata dia, beberapa wilayah berpotensi mengalami kekeringan diantaranya wilayah Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya dan di Yehembang, Kecamatan Mendoyo.

"Sesuai kordinasi dengan pihak BPBD Jembrana, untuk yang membutuhkan air bersih itu ada di Kelurahan Pendem, Desa Yehembanng, dan di Melaya. Nah untuk kali baru warga Pancardawa yang meminta untuk disuplay air bersih," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Pancardawa, I Putu Partikayasa mengungkapkan, sebanyak 200 kepala keluarga (KK) yang terdampak krisis air bersih. Kondisi ini sudah terjadi sejak sebulan terakhir. "Kekeringan hampir setiap tahun terjadi di wilayah kami. Total warga kami ada sekitar 200 KK. Untuk sementara kami terus meminta bantuan BPBD maupun PMI agar bisa terus mendistribusikan air bersih kepada warga kami," ungkapnya.

Ia berharap, kondisi ini segera mendapatkan perhatian dari pemerintah. Pihaknya juga telah mengusulkan untuk pembuatan sumur bor di empat titik di Lingkungan Pancardawa, untuk menanggulangi krisis air bersih yang kerap terjadi setiap musim kemarau melanda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....