Komoditas Pertanian Bali Masih Mampu Tembus Pasar Ekspor
- 25 Jun 2026 06:46 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Komoditas hasil pertanian dari Bali masih terserap di pasar luar negeri. Aktivitas ekspor ini menjadi salah satu jalur pemasaran yang memberikan nilai tambah bagi produk pertanian daerah.
Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Amerta Giri Lesung, I Kadek Agus Indrawan, mengatakan beberapa komoditas pertanian dan perkebunan asal Bali telah memasuki pasar ekspor. Menurutnya, manggis, kopi, kakao, hingga kelapa menjadi komoditas yang selama ini banyak dipasarkan ke luar negeri.
"Komoditas yang diambil itu kalau manggis ke Cina kalau tidak salah kemarin. Terus kopi Bali, ada kakao yang kalau tidak salah di Jembrana sama Tabanan yang masuk kemarin, dan kelapa," ujar Agus Indrawan.
Agus Indrawan menambahkan, selain komoditas tersebut, peluang ekspor juga terbuka bagi hasil perkebunan lainnya. Rempah-rempah seperti cengkeh dan pala masih menjadi komoditas yang banyak dicari pasar. Sementara itu, salak asal Karangasem juga mulai terdaftar sebagai komoditas yang bisa diekspor.
"Dan rempah-rempah seperti cengkeh, pala, gitu kan. Yang sekarang paling dicari itu biasanya rempah-rempah. Karena apalagi sekarang ini sudah memasuki musim cengkeh, musim kopi sama musim salak. Kemarin yang di Karangasem salak si petani itu baru masuk ya, baru terdaftar yang bisa diekspor," ujar Agus Indrawan.
Penguatan akses pasar ekspor dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan nilai ekonomi komoditas pertanian Bali. Selain membuka peluang pasar yang lebih luas, ekspor juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Reporter RRI Denpasar, Septiyani Kinasih melaporkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....