Perusahaan Amerika Serikat Kembangkan Investasi di Bali

  • 07 Jun 2026 18:02 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Badung – Sejumlah perusahaan asal Amerika Serikat menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan investasi dan memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekonomi Bali. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Executive Briefing yang diselenggarakan US-ASEAN Business Council (USABC) di Sheraton, Kuta, Bali Kamis, 4 Juni 2026.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Bali dinilai masih memiliki daya tarik kuat sebagai tujuan investasi. Selain didukung oleh sektor pariwisata yang terus berkembang, peluang kolaborasi dengan masyarakat lokal juga menjadi nilai tambah bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang beroperasi di Pulau Dewata.

Salah satu perusahaan yang menyatakan komitmen pengembangan usaha di Bali adalah Marriott International. Perusahaan perhotelan tersebut berencana menambah jumlah hotel di Bali. Saat ini, Marriott International telah mengoperasikan 27 hotel di Pulau Dewata.

Perwakilan Marriott International, Saraswati Subadja, mengatakan Bali masih menjadi lokasi yang potensial untuk pengembangan bisnis karena daya tarik pariwisatanya yang tetap kuat. "Secara umum di Bali akan ada tambahan hotel. Tapi tepatnya lokasi di mana, maaf saya tidak bisa sampaikan sekarang. Marriott International di Pulau Bali sendiri saat ini ada 27 hotel, akan ada tambahan enam sampai tujuh hotel yang baru," ujar Saraswati Subadja.

Selain melakukan ekspansi usaha, Marriott juga memperkuat kerja sama dengan pelaku usaha lokal untuk memenuhi kebutuhan operasional hotel. Produk pertanian dan peternakan dari Bali menjadi bagian dari rantai pasok yang digunakan oleh jaringan hotel tersebut.

Saraswati menyebut nilai transaksi dengan petani dan pemasok lokal Bali telah mencapai sekitar Rp14 miliar dan diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah hotel yang beroperasi. "Saat ini memang sudah sampai 14 miliar, itu pun akan terus bertambah. Logikanya adalah dengan bertambahnya hotel yang baru, tentunya pasokan untuk operasional akan terus bertambah," katanya.

Komitmen mendukung pembangunan Bali juga disampaikan oleh PepsiCo Indonesia melalui program keberlanjutan lingkungan. Perusahaan tersebut memberikan pendanaan dan pendampingan kepada startup pengelolaan sampah asal Bali, Bali Waste Cycle, melalui program Greenhouse Accelerator.

Director of Government Affairs, Corporate Communications, and Sustainability PepsiCo Indonesia, Gabrielle Angriani, mengatakan penanganan persoalan sampah memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak. "Kami memberikan bantuan pendanaan dan juga mentoring kepada Bali Waste Cycle untuk bagaimana startup ini bisa berkembang dan membantu menangani masalah sampah di Bali. Kami tahu bahwa masalah sampah membutuhkan kolaborasi multipihak, semua harus terlibat," ujar Gabrielle.

Sementara itu, Herbalife menjalankan Program Casa Herbalife untuk mendukung peningkatan kualitas gizi anak di Kabupaten Karangasem dan Buleleng. Di sektor pertanian, Corteva Agriscience terus melakukan transfer pengetahuan dan teknologi kepada petani di Bali guna meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan Amerika Serikat tidak hanya melihat Bali sebagai destinasi investasi yang menjanjikan, tetapi juga sebagai mitra dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif melalui penguatan sektor pariwisata, lingkungan, kesehatan, dan pertanian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....