Harga Plastik Melonjak, Pedagang di Denpasar Putar Otak Tekan Biaya

  • 01 Mei 2026 16:38 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Kenaikan harga plastik yang mencapai hampir 100 persen dalam beberapa waktu terakhir memaksa para pedagang di Denpasar mencari cara untuk menekan biaya operasional tanpa harus langsung menaikkan harga jual. Salah seorang pedagang rujak di kawasan Penatih, Denpasar, Agung Bayu, mengaku masih bergantung pada kemasan plastik seperti cup, botol, dan gelas untuk menunjang usahanya.

Dikatakan, lonjakan harga membuat beban modal semakin berat. Ia mencontohkan, harga cup plastik ukuran 300 ml yang biasa digunakan untuk bumbu rujak sebelumnya Rp 258.000 per boks berisi 20 lonjor. Kini, harga tersebut melonjak menjadi Rp 485.000 per boks.

“Naik terus, setiap beli plastik pasti ada kenaikan. Padahal jualan rujak sangat bergantung pada kemasan plastik,” ujarnya saat ditemui, Jumat, 01 Mei 2026.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, Agung memilih tidak langsung menaikkan harga jual. Ia khawatir kebijakan tersebut dapat memengaruhi minat pelanggan. Sebagai gantinya, ia mulai mengurangi isi bumbu dalam setiap porsi rujak yang dijual.

“Biasanya satu porsi pakai dua bumbu, sekarang hanya satu,” katanya.

Selain itu, ia juga berencana tidak lagi menyediakan kantong plastik (kresek) bagi pembeli sebagai langkah efisiensi tambahan. Kondisi serupa juga dialami Sugino, penjual jamu keliling di kawasan Sanur. Ia mengaku masih mempertahankan harga jual meskipun biaya kemasan botol plastik terus meningkat.

“Banyak pembeli pilih yang botolan, tapi harga belum bisa dinaikkan. Semoga harga plastik segera turun,” ujarnya.

Kenaikan harga plastik ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha kecil, terutama yang masih bergantung pada kemasan sekali pakai. Tanpa strategi yang tepat, lonjakan biaya berpotensi menekan keuntungan bahkan mengganggu keberlangsungan usaha.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....