Aktivitas Pasar Tradisional Pasca Nyepi di Bali Belum Optimal
- 20 Mar 2026 09:00 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Aktivitas masyarakat pada Ngembak Geni, sehari setelah perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948, belum sepenuhnya pulih. Sejumlah ruas jalan utama di Bali masih terpantau lengang, sementara aktivitas perdagangan di pasar tradisional juga belum berjalan normal, Jumat 20 Maret 2026.
Dari pantauan RRI di jalur utama Tabanan–Denpasar, volume kendaraan belum menunjukkan peningkatan signifikan. Kondisi ini mencerminkan aktivitas masyarakat yang masih terbatas usai pelaksanaan Nyepi.
Hal serupa terlihat di pasar tradisional. Aktivitas perdagangan baru berjalan sekitar 20 persen dengan sebagian besar pedagang belum kembali berjualan. Di Pasar Kreneng, misalnya, hanya beberapa kios yang buka, terutama penjual sembako dan perlengkapan upakara.
Salah satu pedagang sembako di Pasar Kreneng, Wayan, mengatakan sejak membuka lapak sekitar pukul 06.30 WITA, pembeli mulai berdatangan meski belum seramai hari normal. Menurutnya, masyarakat umumnya membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan tepung.
“Kebanyakan membeli sembako, seperti beras, minyak, tepung, dan ada juga yang membeli kopi,” ujarnya.
Terkait harga, Wayan memastikan belum terjadi kenaikan signifikan. Harga beras premium masih berada di kisaran Rp16.000 per kilogram, beras medium Rp15.000 per kilogram, sementara minyak goreng dijual sekitar Rp22.000 per kilogram maupun per liter untuk kemasan.
Ia juga memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok di kiosnya masih aman meskipun masih dalam suasana hari raya. Stok beras, minyak goreng, tepung, hingga kerupuk dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Secara umum, aktivitas ekonomi di Bali diperkirakan akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan seiring berakhirnya rangkaian Hari Suci Nyepi dan masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....