Dorong UMKM Naik Kelas, HIPMI Gandeng Sandi Uno

  • 07 Feb 2026 22:04 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Kuta - Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bali mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) naik kelas. Langkah tersebut diharap dapat meningkatkan ketahanan dan daya saing UMKM di tengah persaingan ekonomi yang kian ketat. 

Guna mendukung upaya tersebut, BPD HIPMI Bali menggelar Seminar Nasional bertajuk "Transformasi UMKM Menuju Skala Korporasi Melalui Venture Capital dan Private Equity" di Kuta, Sabtu 7 Februari 2026. Seminar Nasional tersebut menghadirkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia periode 2020-2024 Sandiaga Salahuddin Uno dan Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Yusuf Wicaksono Hascaryotomo. 

Ketua Umum BPD HIPMI Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih berharap Seminar Nasional ini dapat membuka wawasan seluruh anggotanya. Hal itu penting, mengingat sebagian besar anggota HIPMI Bali adalah pelaku UMKM.

"Seminar Nasional dengan mantum (Mantan Ketua Umum BPP HIPMI periode 2005-2008) Sandi ini menarik. Kenapa? Karena banyak teman-teman HIPMI yang sudah menjadi UMKM sejak lama. Dan pemerintah selalu fokusnya menambah UMKM. Tetapi lupa untuk menaikkan kelas UMKM itu," kata Ajus Linggih,

Menurutnya, langkah pemerintah yang terus menambah tanpa meningkatkan kelas UMKM, akan terjadi persaingan tidak sehat. Kondisi itu pun dikhawatirkan membuat satu per satu UMKM di dalam negeri berguguran.

"Perlu ada peningkatan kelas dari UMKM yang sudah cukup lama, sehingga bisa naik kelas menjadi perusahaan besar," ujar Ketua Komisi II DPRD Bali itu.

"Mantum Sandi sebagai pemilik dari Saratoga, ini bisa memberikan insight buat pengusaha-pengusaha di Bali untuk meningkatkan kelas perusahaannya dari menengah menjadi kelas besar," lanjutnya. 

Sandiaga Uno ditemui usai Seminar Nasional membeberkan soal kiat bagi UMKM untuk naik kelas. Menurutnya, upaya meningkatkan kelas UMKM sangat diperlukan dalam mendorong pergerakan ekonomi dan membuka akses lapangan pekerjaan yang lebih luas. 

"Kita harus mampu menghadirkan kebijakan yang tepat sebagai pemilik usaha. Pemerintah juga harus mendukung. Stakeholder lainnya juga harus bergabung, agar 400 ribu UMKM di Bali bisa naik kelas menjadi perusahaan besar dan siap go global," ujarnya.

Menurutnya sudah banyak perusahaan di Bali yang go global. Namun perlu diperbanyak dari sisi kuantitas dan ditunjang dalam skala yang besar. 

"Sehingga akhirnya nanti Indonesia Emas 2045 bisa tercapai," katanya.

"Kita harus siapkan dari segi pendanaan. HIPMI Bali sudah punya rame-rame.co.id dan kita saat ini sedang mengulik venture capital serta private equity. Hingga akhirnya kita ingin  kolaborasi untuk membawa pengusaha-pengusaha HIPMI Bali IPO (Initial  Offering) di Bursa Efek Indonesia," tutup Sandi Uno.

Rekomendasi Berita