ASRRAT 2025 Dorong Transparansi Laporan Keberlanjutan Asia

  • 29 Nov 2025 04:48 WIB
  •  Denpasar

KBRN, NusaDua: Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025 resmi diselenggarakan oleh National Center for Corporate Reporting (NCCR) bersama Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP). Kegiatan yang digelar di Bali ini diikuti 82 perusahaan dan/atau organisasi dari dalam dan luar negeri.

Memasuki tahun ke-21, ASRRAT kembali memperkuat perannya sebagai platform penilaian kualitas laporan keberlanjutan di Asia. Dari total peserta, 78 berasal dari Indonesia termasuk tiga entitas sektor publik dan empat entitas lain berasal dari Bangladesh dan Filipina.

Dalam acara penganugerahan di The Westin Resort Nusa Dua Bali, Chairman Board of Trustee NCCR, Prof. Bambang Brodjonegoro menekankan pentingnya harmonisasi standar pelaporan keberlanjutan global. Ia menyampaikan bahwa perkembangan regulasi seperti IFRS S1-S2, TCFD, GRI Standards, dan ASEAN Taxonomy menuntut pengungkapan yang semakin terukur dan terbandingkan.

“Perusahaan perlu menyesuaikan diri dengan tuntutan global yang semakin terukur dan dapat diperbandingkan,” ujar Bambang dalam keynote speech yang disampaikan secara virtual, Jumat (28/11/2025) .Ia menegaskan bahwa laporan keberlanjutan memiliki relevansi strategis untuk daya saing regional dan internasional.

“Dengan data yang kuat, konsisten, dan selaras dengan standar global, laporan keberlanjutan dapat menjadi alat strategis bagi organisasi,” katanya menambahkan. Menurut dia, dokumen tersebut menunjukkan kesiapan perusahaan menghadapi transisi ekonomi dan tantangan keberlanjutan.

Prof. Bambang menyebut ASRRAT memiliki peran penting sebagai mekanisme penilaian independen. Ia mengatakan bahwa proses tersebut mendukung peningkatan kualitas laporan keberlanjutan dari tahun ke tahun.

Executive Director NCCR Dr. (Hon) Ali Darwin menyampaikan bahwa laporan keberlanjutan kini menjadi elemen utama praktik bisnis bertanggung jawab. Ia menilai perusahaan tidak hanya dituntut memenuhi persyaratan teknis, tetapi harus menunjukkan komitmen jangka panjang dalam mengelola dampak material.

“Laporan keberlanjutan kini menjadi fondasi akuntabilitas dan kepercayaan,” ungkap Ali. Ia menambahkan bahwa kualitas pengungkapan memengaruhi kepercayaan investor, akses pembiayaan, dan kemampuan bersaing dalam perekonomian hijau.

“Kualitas pengungkapan yang baik menentukan kredibilitas perusahaan ke depan,” katanya. Menurut dia, hal tersebut juga membuka peluang pembiayaan berkelanjutan dan memperkuat daya saing perusahaan.

Chairperson ICSP sekaligus Chairperson ASRRAT Jury Committee 2025 Prof. Sylvia Veronica Siregar menyampaikan laporan juri yang menunjukkan peningkatan kualitas laporan peserta. Ia menegaskan bahwa penilaian tetap merujuk GRI Standards 2021 dan ketentuan relevan OJK dengan fokus pada kelengkapan, keseimbangan, dan akurasi.

“ASRRAT tidak mencari juara tetapi mendorong organisasi memperbaiki kualitas laporan keberlanjutannya,” ujarnya. Ia mengapresiasi partisipasi 16 peserta baru yang mencerminkan semakin luasnya adopsi laporan keberlanjutan di berbagai sektor.

Ia menambahkan bahwa assurance tidak diwajibkan bagi seluruh peserta. Namun, aspek tersebut menjadi pertimbangan tambahan untuk tingkat penghargaan tertinggi yaitu platinum rating.

ASRRAT 2025 digelar sebagai wadah apresiasi, pembelajaran, dan refleksi atas perkembangan laporan keberlanjutan di Asia. Melalui rating dan penyampaian feedback seperti scorecard, ASRRAT mendorong peningkatan kualitas laporan secara konsisten dari tahun ke tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....