HIPMI Bali Dorong Transformasi Pendidikan
- 31 Okt 2025 07:20 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar : Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) BPD HIPMI Bali, I Dewa Gede Dwi Mahayana Putra Nida, menilai tantangan ekonomi Bali ke depan tidak lagi terletak pada kurangnya lapangan kerja, melainkan pada kurangnya sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan zaman. Menurutnya, dunia usaha saat ini bergerak cepat, dan sistem pendidikan masih berjalan lambat.
“Kita tidak sedang kekurangan sarjana, kita kekurangan generasi yang siap kerja dan siap usaha. Itu dua hal yang berbeda,” tegas Dewa Wiwin di Denpasar, Kamis (30/10/2025).
Ia menjelaskan, Bali membutuhkan sistem pembinaan dan pendidikan yang benar-benar berorientasi pada lifelong learning , bukan sekadar mengejar gelar, tetapi menyiapkan generasi muda untuk terus beradaptasi dengan perubahan ekonomi digital dan hijau. “Kalau kebijakan pendidikan dan ekonomi tidak terhubung, kita hanya mencetak ijazah, bukan solusi. Mahasiswa harus belajar menciptakan peluang, bukan sekadar menunggu peluang datang,” ujarnya.
Sebagai bentuk nyata, HIPMI Bali kini memperkuat peran HIPMI Perguruan Tinggi (HIPMI PT) di sejumlah kampus di Bali. Melalui HIPMI PT, mahasiswa didorong aktif dalam kegiatan positif, mengenal dunia usaha, dan berlatih kepemimpinan berbasis proyek nyata.
“HIPMI PT ini bukan sekadar organisasi kampus, tapi ruang latihan ekonomi masa depan. Di sana, mahasiswa belajar bagaimana ide bisa diterjemahkan menjadi produk, dan bagaimana pengetahuan bisa jadi nilai ekonomi,” tambahnya.
Lebih jauh, Dewa Wiwin mendorong agar pemerintah merumuskan kebijakan berkelanjutan di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan yang tidak berhenti di program jangka pendek. Menurutnya, perlu ada kesinambungan antara pendidikan vokasi, pelatihan industri, dan dukungan modal awal bagi wirausaha muda.
“Jangan setiap pergantian periode, arah kebijakannya ikut berubah. Kita perlu policy continuity, kebijakan yang membangun fondasi jangka panjang. Regenerasi ekonomi tidak bisa dikejar dengan logika proyek lima tahunan,” tegasnya.
Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan dunia pendidikan harus menjadi fondasi utama dalam mencetak SDM yang kompetitif. “HIPMI siap menjadi jembatan itu, kami di dunia usaha siap turun tangan memberi ruang praktik, mentoring, dan pembinaan untuk mahasiswa,” ujarnya.
Dewa Wiwin menutup dengan pesan bahwa ekonomi masa depan tidak hanya membutuhkan pekerja cerdas, tetapi juga pencipta nilai. “Kita butuh generasi yang punya keberanian mengambil risiko, memahami nilai kerja, dan menanamkan etika produktif. Itulah kunci agar Bali tidak hanya bertahan, tapi juga tumbuh secara berkelanjutan,” pungkasnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....