PLN Dorong Interkoneksi Listrik ASEAN

  • 20 Okt 2025 22:47 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Labuan Bajo: PT PLN (Persero) menyatakan komitmennya mendorong pembangunan ASEAN Power Grid untuk mempercepat transisi energi bersih. Hal ini disampaikan dalam The 41st Heads of ASEAN Power Utilities/Authorities (HAPUA) Council Meeting di Labuan Bajo, Jumat (3/10/2025).

ASEAN Power Grid menjadi bagian dari agenda strategis memperkuat ketahanan energi kawasan. Inisiatif ini juga mendukung upaya mencapai target Net Zero Emissions secara kolektif di Asia Tenggara.

Executive Director ASEAN Centre for Energy (ACE), Ir. Ts. Abdul Razid Dawood, menyebut program ini krusial. Tujuannya adalah menyediakan energi yang terjangkau, berkelanjutan, dan merata bagi negara anggota ASEAN.

“Proyek ini akan meningkatkan ketahanan energi kawasan sekaligus menekan emisi karbon,” ujarnya. Ia menambahkan, keterjangkauan dan keberlanjutan harus berjalan beriringan.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Wanhar, menilai HAPUA tahun ini menjadi fondasi penting. Hasilnya akan dirumuskan dalam ASEAN Plan of Action for Energy Cooperation (APAEC) Fase III 2026–2030.

Fase baru APAEC akan fokus pada transformasi energi berkeadilan dan kolaborasi lintas sektor. Hal ini akan menjadi landasan arah kebijakan energi bersih di tingkat regional.

Wanhar juga menyampaikan bahwa para menteri energi ASEAN akan menandatangani Enhanced Memorandum of Understanding. Dokumen ini akan menjadi penguat komitmen antarnegara dalam mewujudkan interkoneksi listrik kawasan.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut Indonesia tengah menjalankan transformasi energi besar-besaran. Tujuannya adalah mencapai swasembada energi yang andal dan rendah emisi.

“Kami diminta menyediakan listrik yang terjangkau, namun juga ramah lingkungan,” ujarnya. Dengan ketersediaan energi, PLN berharap bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Darmawan menyebut hingga 2034 akan dibangun pembangkit baru sebesar 69,5 GW. Sebanyak 76 persen dari tambahan kapasitas ini bersumber dari energi baru terbarukan (EBT).

Meski potensinya besar, pengembangan EBT menghadapi tantangan geografis. Banyak sumber daya terbarukan tidak berada dekat pusat permintaan listrik.

Untuk itu, interkoneksi jaringan menjadi solusi strategis yang tengah didorong PLN. Melalui ASEAN Power Grid, negara-negara bisa saling berbagi energi dan menyeimbangkan sistem.

“Kolaborasi adalah kunci menuju transisi energi berkelanjutan,” tegas Darmawan. Ia membuka peluang kerja sama seluas-luasnya, baik domestik maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....