2025, PLN Icon Plus Target Revenue Rp10 Triliun

  • 09 Jul 2025 19:23 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : PLN Icon Plus menargetkan revenue tahun 2025 di angka Rp10 Triliun. Target itu terbilang realistis, jika ditilik dari histori pendapatan PLN Icon Plus.

Pada tahun 2000, pendapatan perusahaan hanya Rp0,1 miliar pada 2000, dan melonjak ke angka Rp6,8 triliun di tahun 2024. Kenaikan signifikan itu tidak terlepas dari berbagai inovasi yang dijalankan perusahaan.

General Manager PLN Icon Plus SBU Regional Bali dan Nusa Tenggara, Arie Hans mengemukakan, pihakna memiliki produk dan layanan yaitu, infrastruktur internet, data center, multimedia dan Internet of Things (IoT). Selain itu, PLN Icon Plus memiliki cloud base software, ekosistem kendaraan listrik dan penyewaan kendaraan listrik, PV rooftop (solar panel) dan sistem manajemen energi, dan PLN Mobile Super App.

"Icon Plus menawarkan beberapa keunggulan diantaranya, conectivity yang notabene core business karena PLN memiliki jaringan yang kuat," katanya ketika ditemui wartawan di Denpasar, Senin (7/7/2025).

"Conectivity adalah dasar untuk menjadi smart city, maka dari itu infrastrukturnya harus terhubung dulu," lanjutnya.

Produk lainnnya adalah digital solution serta mampu menciptakan ekosistem PV bersama Pemerintah Provinsi Bali. Tahun 2024, Icon Plus akan fokus mengembangkan Icon Green untuk menangani PLTS.

Dengan visi sebagai pemimpinan penyedia solusi konektivitas digital dan green energy yang terintegrasi. Oleh karenanya, i optimis, Icon Plus dapat mencapai target pendapatan Rp10 triliun.

"Kita bisa lihat dari revenue Rp0,1 miliar, sekarang sudah mencapai Rp6,8 triliun. Karena revenue kita cukup besar, makanya, kita Icon Plus dijadikan subholding PLN," ujarnya.

Menurutnya, transformasi PLN yang dimulai sejak 2020, tak lepas dari kontribusi Icon Plus di bidang layanan digital. Icon Plus disebut unggul pada penjualan internet yaitu Iconnet, dengan kontribusi terbesar.

"Selain itu, penyediaan PV rooftop serta pengembangan ekosistem green energy juga cukup diminati," sebutnya.

"Hal ini akan terus berkembang ke depannya seiring kesadaran dan keuntungan yang didapat masyarakat maupun dunia usaha," tutup Arie Hans.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....