Raih Kesuksesan dengan Menanam Cabai Jawa

  • 05 Jul 2025 21:30 WIB
  •  Denpasar

KBRN Denpasar: Dusun Pripeh, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini menjadi saksi bisu kisah inspiratif Sukma, seorang petani wanita yang berhasil mengubah nasibnya melalui budidaya cabai puyang (Piper retrofractum Vahl).

Cabai puyang, yang masih satu keluarga dengan lada, memiliki kepedasan khas yang terasa hingga ke tenggorokan berkat kandungan minyak atsiri di dalamnya, berbeda dengan cabai pada umumnya. Komoditas ini sangat dicari untuk bahan baku jamu rempah, bumbu masakan, dan obat herbal.

Ia menemukan potensi besar pada cabai puyang, komoditas herbal yang menawarkan panen jangka panjang, harga stabil, kemudahan budidaya, dan modal terjangkau, menjadikannya pilihan tepat untuk membangun kembali perekonomian keluarganya.

Sukma mengungkapkan bahwa permintaan pasar terhadap cabai puyang sangat tinggi, dengan banyak pembeli yang menghubunginya secara langsung. Fleksibilitas dalam penyimpanan, yang memungkinkan cabai puyang disimpan layaknya "emas" untuk dijual saat harga naik, menambah daya tarik komoditas ini bagi para petani.

Tidak hanya itu rendahnya modal awal dan potensi tanaman yang dapat hidup hingga 10-20 tahun membuat cabai puyang menjadi prospek cerah bagi siapa pun yang serius ingin menekuni budidaya ini. Seperti halnya Sukma dalam budidaya cabai puyang, ia mampu memanen setiap minggu, dengan tanaman yang terus berbuah. Awalnya, hasil panennya dijual di Pasar Bringharjo dengan harga Rp50.000-Rp65.000 per kilogram (kering).

Namun, keberuntungan berpihak padanya ketika ia menemukan Koperasi Unit Desa (KUD) setempat yang menawarkan harga lebih tinggi, yaitu Rp80.000 per kilogram (kering). Puncaknya, seorang eksportir bahkan mendekatinya dengan tawaran harga yang fantastis, mencapai Rp97.000 per kilogram (kering). Meskipun harga terendah cabai puyang kering sekitar Rp40.000 per kilogram.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....