GeoKraft Tampilkan Tas Kulit Kolaboratif di Pameran PKB

  • 24 Jun 2025 14:58 WIB
  •  Denpasar

KBRN,Denpasar: Pesta Kesenian Bali (PKB) kembali menjadi ruang penting. Tidak hanya untuk pelestarian seni dan budaya, tetapi juga pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui ratusan stand kerajinan yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Bali, para pelaku UMKM diberi kesempatan untuk memamerkan dan memasarkan produk-produk unggulannya kepada publik yang lebih luas.

Salah satu pelaku UMKM yang turut meramaikan pameran tahun ini adalah GeoKraft, brand tas kulit lokal yang mengusung semangat kolaborasi lintas bidang seni. Ditemui di stand GeoKraft di kawasan Art Centre Denpasar, (23/6/2025) Ida Ayu Oka Sunaryathi, yang akrab disapa Gek Oka menceritakan tentang konsep unik yang ditawarkan produknya.

“Produk kami memiliki semangat kolaborasi. Kami ingin memperluas kolaborasi, misalnya dengan pelukis atau penganyam. Untuk permulaan, kami menggandeng seorang artis perempuan asal Bali bernama Ni luh. Kolaborasi ini bukan semata soal desain, tapi juga soal visi bersama, saling mengisi dan saling menguatkan,” ujar Gek Oka.

Ia menambahkan bahwa GeoKraft mengusung prinsip karya seni yang terjangkau namun tetap eksklusif. “Kami tidak menargetkan segmen produk seni yang mahal puluhan juta. Kami ingin seni bisa hadir lebih dekat dan dinikmati banyak orang. Karena itu, kami membuat edisi terbatas yang tetap menjaga kualitas dan karakter seni,” jelasnya.

Respon terhadap produk GeoKraft di PKB 2025 ini pun terbilang positif. Gek Oka menyebutkan bahwa sejumlah perwakilan dari ritel besar elah menyatakan ketertarikan mereka setelah melihat langsung detail dan kualitas produk. Ia berharap langkah ini bisa membuka peluang untuk kolaborasi yang lebih luas. Meskipun tergolong baru, kehadiran GeoKraft mendapat perhatian karena dinilai mampu merepresentasikan tren baru dalam dunia kerajinan kulit Bali. "Banyak yang datang untuk melihat langsung produk baru yang ditampilkan. Ini menjadi semacam barometer juga bagi mereka untuk memantau perkembangan kerajinan lokal," tambahnya.

Pesta Kesenian Bali (PKB) ke 47 Tahun 2025 digelar mulai 21 Juni – 19 Juli 2025. Kegiatan tahun ini berfokus pada peningkatan kualitas tata kelola dan pelaksanaan, dengan menghadirkan beragam program seperti pawai budaya (Peed Aya), pertunjukan seni (Rekasadana), parade (Utsawa), lomba (Wimbakara), lokakarya (Kriyaloka), pameran (Kandarupa), sarasehan (Widyatula), penghargaan seniman (Adi Sewaka Nugraha), hingga perayaan budaya dunia (Bali World Culture Celebration) dan Pekan Kebudayaan Daerah (Jantra Tradisi Bali). Seluruh kegiatan dirancang sebagai ajang apresiasi seni untuk mendukung penguatan dan kemajuan budaya Bali.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....