Darurat Judi Online, HIPMI Bali: Daya Beli Masyarakat Turun, UMKM Terancam Kolaps
- 02 Mei 2025 05:52 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar : Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat judi online. Bahkan permainan haram itu telah berimplikasi luas terhadap kehidupan masyarakat.
Ketua Bidang Koperasi dan UMKM HIPMI Bali, I Gusti Putu Bayu Susila menyatakan, keprihatinan mendalam terhadap dampak judi online terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia menegaskan, aliran dana yang seharusnya digunakan untuk konsumsi produk UMKM justru tersedot ke aktivitas judi online, dan itu mengancam kelangsungan bisnis skala kecil.
"Data yang kami terima menunjukkan tren penurunan omzet UMKM di Bali sebesar 15-20% dalam setahun terakhir, salah satu penyebab utamanya adalah berkurangnya daya beli masyarakat karena kecanduan judi online," tegas Bayu Susila.
Bayu Susila menjelaskan bahwa UMKM, yang menyumbang lebih dari 60% perekonomian Bali, sangat bergantung pada sirkulasi uang di masyarakat. "Ketika uang tidak lagi berputar di sektor riil karena habis untuk judi online, efek domino terjadi: penjualan UMKM turun, produksi berkurang, dan lapangan kerja terancam," paparnya.
Ia juga menyoroti kasus beberapa pelaku UMKM yang terpaksa menutup usaha karena pelanggan setia mereka kehilangan kemampuan finansial akibat kecanduan judi. "Ini bukan sekadar isu individu, tapi krisis ekonomi yang mengancam ketahanan keluarga dan masyarakat Bali," tambahnya.
Untuk mengatasi masalah ini, HIPMI Bali akan mengambil beberapa langkah konkret:
1. Kampanye Anti-Judi Online
Berkolaborasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan komunitas untuk gencarkan sosialisasi bahaya judi online.
2. Edukasi Finansial
Melakukan pelatihan manajemen keuangan bagi UMKM dan masyarakat agar bisa mengalokasikan dana secara produktif.
3. Pendampingan Bisnis
Memberikan akses permodalan dan pelatihan digital marketing untuk membantu UMKM bertahan di tengah tantangan ekonomi.
“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk lebih tegas memblokir situs judi online ilegal. Di sisi lain, kami juga mengajak keluarga dan tokoh masyarakat untuk menjadi garda terdepan pencegahan," tegas Bayu Susila.
Sebagai organisasi pengusaha muda, HIPMI BALI khususnya menyasar generasi muda yang rentan menjadi korban judi online. "Daripada menghabiskan uang untuk judi, mari alihkan ke investasi usaha atau produk UMKM lokal. Itu jauh lebih menguntungkan secara jangka panjang," imbaunya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....