Lahan Produksi Garam Kusamba Menyempit

  • 31 Jan 2025 07:39 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Klungkung : Lahan untuk memproduksi garam di wilayah Kusamba, Kabupaten Klungkung kian menyempit. Salah satu factor penyebab menyepitnya lahan produksi garam tersebut adalah adanya absrasi air laut.

Ketua Kelompok Petani Garam Sarining Segara, Mangku Rena kepada RRI di Klungkung, Minggu (05/01/2025) mengungkapkan, cuaca buruk sertai gelombang tinggi menyebabkan abrasi dikawasan pesisir pantai Kusamba. Hal ini turut menggerus lahan penyemuran untuk produksi garam Kusamba.

Diakui Pemerintah telah membuat tanggul untuk mengantisipasi abrasi air laut, namun keberadaan tanggul tersebut tidak mampu nemahan air laut ketika gelombang pasang.

“Tanggulnya cukup efektif, tetapi karena ini factor alam, kalau tidak ada tanggul pasti lebih parah lagi abrasinya”, ungkapnya.

Selain menyepitnya lahan produksi garam Kusamba, para petani garam juga dihadapkan oleh factor cuaca buruk. Musim hujan yang berkepanjangan menyebabkan produksi garam Kusamba tersendat.

“Total Desember sampai Januari sekarang produksi tidak berjalan karena hujan sehingga produksinya tidak bisa dilakukan”, jelasnya.

Mangku Rena lebih lanjut mengatakan, tersendatnya produksi garam menyebabkan stok garam Kusamba saat ini kosong. Sehingga permintaan dari pelanggan tidak dapat dipenuhi.

Meski garam Kusamba langka, Ia mengaku harganya masih stabil tidak ada peningkatan. Saat ini harga haram Kusamba jenis bio membrane 20 ribu rupiah per kilogram dan galam palung 35 ribu rupiah per kilogram.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....