Cuaca Buruk, Produksi Garam di Kusamba Terhambat
- 31 Jan 2025 07:37 WIB
- Denpasar
KBRN, Klungkung: Cuaca buruk yang melanda wilayah Kusamba, Kabupaten Klungkung, Bali menyebabkan produksi garam di wilayah tersebut tersendat. Terhentinya produksi garam tersebut terlah terjadi sejak Desember 2024 lalu hingga awal januari 2025 ini.
Ketua Kelompok Petani Garam Sarining Segara, Mangku Rena kepada RRI di Klungkung, Minggu (05/01/2025) mengungkapkan bahwa sejak November lalu produksi garam tidak stabil karena telah mulai di landa hujan. Kemudian puncaknya hingga Desember hingga awal januari saat ini produksi total tidak berjalan.
Selain cuaca buruk seperti hujan deras, tingginya gelombang juga menyebabkan lahan pertanian garam juga tergerus air laut, sehingga produksi tidak dapat dilakukan dengan maksimal. Produksi garam Kusamba biasanya jika cuaca normal mencapai 20 kilogram per hari, namun saat ini tidak dapat produksi sama sekali.
“Total ini kami tidak bisa produksi, karena hujannya setiap hari sehingga tidak bisa berproduksi”, jelasnya.
Tersendatnya produksi garam Kusamba, Mangku Rena mengatakan stok garam mengalami kekosongan. Kondisi yang sama turut dialami 16 petani lainnya yang tergabung dalam Kelompok Petani Garam Sarining Segara.
“Sama sekali tidak ada stok, kurang lebih hanya 50 kg saya punya stok, tidak seperti dulu sampai 1 ton an”, ungkapnya.
Di tengah terbatasnya produksi garam Kusamba, harga garam masih stabil. Mangku Rena mengatakan tidak ada kenaikan harga garam. Pihaknya masih menjual garam sebesar 20 ribu rupiah per kilogram untuk jenis garam bio membrane dan 35 ribu rupiah per kilogram untuk jenis garam palung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....