HIPMI Bali Dorong Generasi Muda Manfaatkan Bonus Demografi
- 12 Jan 2025 18:13 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar : Indonesia saat ini sedang menikmati bonus demografi. Momen langka dalam sejarah demografi ini memberikan potensi luar biasa bagi Indonesia
Dengan jumlah penduduk usia produktif yang lebih banyak dibandingkan usia tidak produktif, Indonesia, termasuk Bali, memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan potensi ekonomi. Namun, untuk menghindari risiko menjadi beban ekonomi di masa depan, generasi muda harus segera memanfaatkan peluang ini dengan menjadi wirausaha.
Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) BPD HIPMI Bali, I Dewa Gede Dwi Mahayana Putra Nida, yang akrab disapa Dewa Wiwin, mengungkapkan bahwa bonus demografi ini adalah waktu yang tepat bagi anak muda untuk memulai bisnis. "Kita sedang berada di puncak bonus demografi, di mana jumlah angkatan kerja sangat besar. Jika mereka tidak diarahkan menjadi pengusaha, ada risiko besar mereka akan menjadi beban ekonomi di masa tua, karena tanpa simpanan atau investasi yang cukup," ujar Dewa Wiwin.
Menurutnya, bonus demografi bukan hanya soal jumlah, tetapi juga tentang bagaimana memanfaatkan potensi besar tersebut. "Sebagian besar anak muda saat ini belum menyadari pentingnya memulai usaha sejak dini. Jika mereka bisa membangun bisnis pada usia muda, mereka memiliki waktu lebih lama untuk mengembangkan aset dan tabungan, yang akan sangat berguna saat memasuki usia lanjut," tambahnya.
Dewa Wiwin menegaskan bahwa generasi muda harus memanfaatkan masa produktif mereka dengan sebaik-baiknya untuk membangun kekayaan. "Jika kita mulai berwirausaha sejak usia 20-an, kita memiliki waktu lebih dari dua dekade untuk belajar dari kegagalan, berinovasi, dan mengembangkan bisnis. Itu adalah investasi yang akan membuahkan hasil ketika kita berusia 40 tahun atau lebih," jelasnya.
Lebih lanjut, Dewa Wiwin menyatakan bahwa jika generasi muda gagal memanfaatkan peluang ini, mereka berisiko tidak memiliki sumber daya yang cukup saat memasuki usia tidak produktif. "Banyak orang yang pada usia 40 tahun baru menyadari pentingnya memiliki aset, tapi sayangnya saat itu sudah terlambat. Memulai bisnis di usia muda memberi kita keuntungan waktu untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik," katanya.
HIPMI Bali aktif mengedukasi anak muda untuk memulai usaha sejak dini, melalui berbagai program seperti pelatihan kewirausahaan, mentoring, dan pembinaan yang melibatkan pengusaha senior. Dewa Wiwin menyatakan bahwa dengan memperkenalkan dunia wirausaha pada mahasiswa sejak masih di bangku kuliah, HIPMI Bali berupaya membentuk pola pikir kewirausahaan yang berkelanjutan.
“Dengan bergabung dalam HIPMI PT, mahasiswa dapat langsung belajar dari pengalaman pengusaha senior dan mengembangkan ide bisnis mereka sendiri," ujarnya.
“Melalui berbagai pelatihan, kami ingin memperkenalkan anak muda dengan dunia wirausaha yang sesungguhnya. Kami juga mengedukasi mereka untuk tidak hanya melihat kewirausahaan sebagai cara untuk mendapatkan uang, tetapi sebagai solusi untuk menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan ekonomi lokal,” imbuh Dewa Wiwin.
Namun, Dewa Wiwin juga mengingatkan bahwa meskipun bonus demografi memberi peluang besar, tanpa arahan yang tepat, potensi tersebut bisa hilang begitu saja. “Jika generasi muda tidak dibekali dengan keterampilan, inovasi, dan pengetahuan yang cukup tentang dunia usaha, mereka bisa terjebak dalam pekerjaan dengan upah yang rendah dan tidak memiliki kesempatan untuk membangun kekayaan,” tegasnya.
Itulah mengapa HIPMI Bali terus berupaya memperluas jangkauan rekrutmen HIPMI PT ke seluruh universitas di Bali, untuk menanamkan pola pikir wirausaha sejak dini kepada mahasiswa. "Kami ingin anak muda tahu bahwa mereka memiliki kesempatan untuk sukses sejak dini, melalui usaha kreatif dan inovatif yang bisa mereka mulai sekarang," ujarnya.
Melalui program yang terfokus pada pemberdayaan anak muda, HIPMI Bali berharap generasi muda Bali bisa memanfaatkan bonus demografi untuk membangun kekayaan yang cukup sebelum usia 40 tahun. "Dengan menjadi wirausaha, kita dapat memastikan masa depan yang lebih stabil dan sejahtera, jauh dari ketergantungan pada pensiun atau tabungan yang minim," tutup Dewa Wiwin.
Dengan bonus demografi yang sedang berlangsung, Bali memiliki kesempatan besar untuk menjadi pusat kewirausahaan yang kreatif. Namun, hanya dengan memanfaatkan peluang ini untuk menciptakan lebih banyak pengusaha muda, generasi produktif di Bali dapat memastikan perekonomian yang lebih baik, tidak hanya bagi mereka sendiri tetapi juga bagi masyarakat Bali secara keseluruhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....