Kapan Harus Melukat dan Maknanya

  • 11 Nov 2025 07:07 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : Akhir-akhir ini di kalangan umat Hindu sedang ramai-ramainya melaksanakan penglukatan, baik menuju sumber air, pancoran dan ada juga yang menuju gria-gria untuk melaksanakan penglukataan. Melukat adalah membersihkan serta menyucikan diri pada manusia secara lahir batin, sekala niskala dengan harapan dapat melepaskan akibat mala petaka yang diperoleh karena dosa-dosa perbuatan dahulu yang disebut sancita karmapala maupun perbuatan selama hidup sekarang serta pengaruh buruk dari hari wuku wayang jelas Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kota Denpasar, Ni Ketut Oka Sutriani.

Pada Siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa (11/11/2025) ia mengungkapkan, umat Hindu di Bali meyakini pada wuku wayang merupakan hari kelahiran yang melik atau kepingit. Hal ini atas kepercayaan akan cerita Betara Kala untuk makan atau memangsa orang yang lahir pada wuku wayang seperti dalam cerita Geguritan Sudamala yang lebih terkenal dengan cerita Sapuh Leger. Kata Sapuh Leger berasal dari kata sapuh dan leger yang artinya pembersihan dari kotoran.

Penglukatan atau bebayuhan Sapuh Leger, selain untuk yang lahir pada wuku wayang juga diperuntukkan pada kelahiran khusus yang kelahiran melik, seperti kelahiran anak Tunggal, wetu wuku wayang, lintang bade, lintang perahu pegat, lintang salah ukur, telaga apit pancoran, pancoran apit telaga, panca pandawa, wuku salah wedi, sanan empeg, kembar julung sarab, julung sungsang, anak margana, tiba sampir, jempina anak pipilan, pakananing planka, kedudukan telunta dan padadon.

“Untuk itu keyakinan umat Hindu di Bali wajib diruwat suatu usaha memanusiakan manusia, pengharapan hidup yang lebih baik. Penglukatan weton tepat waktu hari lahir. Penglukatan sakit dilaksanakan hari tertentu, seperti kajeng kliwon uwudan. Penglukatan hamil pada hari tertentu, seperti purnama, tilem dan tumpek wayang. Penglukatan pada kejadian tertentu, seperti perkawinan, tiga bulanan, madegong-gedongan, pawintenan dan mediksa”, tuturnya.

Terkait makna melukat dalam perspektif Hindu, melukat merupakan membersihkan serta menyicikan diri pada manusia lahir batin dan sekala niskala dengan tujuan untuk melepaskan akibat mala petaka. Upacara melukat termasuk upacara manusa yadnya. Melukat dalam pelaksanaannya ada dua jalan, yaitu dengan menuju suatu sumber air atau toya yang dianggap memiliki kesucian dan ada melalui penyucian toya yang disebut tirta penglukatan yang dibuat oleh sulinggih yang sudah memiliki kewenangan.

Manusia diciptakan oleh panca dewata maka perlu bagi manusia menyucikan diri lahir batin melalui upacara melukat karena dengan keadaan sucilah bisa kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa. "Melukat yang dilakukan oleh umat Hindu disesuaikan dengan apa tujuan melukat, seperti penglukatan oton, sapuh leger dan melik", pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....