Pengendalian Diri, Wujud Nyata Etika dalam Hindu

  • 02 Nov 2025 10:39 WIB
  •  Denpasar

KBRN Denpasar : Program siaran Surya Puja Pro 4 RRI Denpasar edisi Sabtu, (01/11/2025) yang disiarkan melalui FM 106, 4 MHz, menghadirkan tiga penyuluh agama Hindu dari Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, yakni Ade Meila, Sri Kusuma, dan Kade Mardiasni, yang membawakan dialog rohani bertema “Hindari Dasa Mala, Wujudkan Kehidupan Harmonis.”

Dalam siaran berdurasi hampir tiga puluh menit tersebut, para penyuluh agama Hindu kota Denpasar tersebut mengajak umat Hindu untuk senantiasa menjaga kesucian diri lahir dan batin dengan menghindari Dasa Mala, yaitu sepuluh sifat buruk atau kekotoran yang dapat menodai pikiran, perkataan, dan perbuatan manusia.

Dasa Mala bersumber dari kitab Slokantara Sloka 72, yang menjelaskan sepuluh bentuk kekotoran batin yang harus dikendalikan, di antaranya Tandri (malas), Kleda (putus asa dan menunda pekerjaan), Leja (pikiran gelap dan nafsu besar), Kuhaka (pemarah dan keras kepala), Kutila (menyakiti dan menipu), Metraya (ucapan menyakitkan dan iri hati), Megata (berbuat jahat dan bermuka dua), Ragastri (penuh nafsu), Baksabwana (berfoya-foya dan menipu), serta Kimburu (pencuri dan penipu terhadap siapa saja).

Dalam penjelasannya, Sri Kusuma menekankan bahwa sifat-sifat buruk tersebut harus disadari, dikendalikan, dan ditundukkan agar tidak menguasai pikiran. Ia menegaskan bahwa pengendalian diri merupakan kunci menuju kehidupan yang seimbang antara Sattwam, Rajas, dan Tamas, tiga sifat dasar manusia dalam ajaran Hindu.

Sementara itu, Ade Meila menyampaikan beberapa kiat untuk menghindari Dasa Mala, di antaranya:

1. Mengontrol dan menguasai diri, baik dalam pikiran, ucapan, maupun tindakan.

2. Berpikir positif dan selalu menumbuhkan pikiran yang jernih.

3. Menghargai setiap proses kehidupan, agar tidak terburu-buru dan tetap bersyukur.

4. Tidak perfeksionis, karena manusia tempatnya salah dan perlu terus belajar.

5. Mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dengan memperbanyak sembah bakti dan doa.

Kemudian Kade Mardiasni menambahkan, perkembangan zaman dan kemajuan teknologi membuat tantangan moral semakin besar. Oleh karena itu, umat diimbau untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak terpengaruh oleh berita bohong (hoaks), fitnah, serta perilaku negatif yang dapat menjerumuskan pada Dasa Mala.

Para penyuluh agama Hindu tersebut sepakat bahwa pengendalian diri adalah wujud nyata etika (susila) dalam ajaran Hindu. Dengan menundukkan hawa nafsu dan sifat negatif, umat akan mampu menciptakan kehidupan yang harmonis, baik dengan diri sendiri, sesama manusia, maupun dengan Tuhan.

Di akhir dialog, mereka menegaskan pesan spiritual,

“Kalahkanlah terlebih dahulu musuh dalam dirimu, maka akan mudah mengalahkan musuh di luar dirimu.”

Pesan ini menjadi pengingat bahwa musuh sejati bukanlah orang lain, melainkan sifat buruk dalam diri yang harus disadari, dikendalikan, dan diubah menjadi energi positif demi terciptanya Santi Jagadhita, kebahagiaan lahir dan batin bagi semua makhluk.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....