Masuk Peralihan Musim, Suhu Udara Jadi Lebih Panas, Ada Apa?

  • 10 Nov 2023 10:47 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat delapan tahun terakhir sejak 2016 hingga 2023 merupakan rekor peningkatan suhu terpanas sepanjang sejarah. Suhu tahun ini bahkan tercatat menjadi yang terpanas sejak 1940.

Prakirawan Cuaca Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Brian Eko Permadi kepada RRI, Kamis (9/11/2023) menjelaskan suhu udara panas dan sumuk di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Bali dipengaruhi awal atau puncak musim kemarau dan gerak semu matahari. Kondisi ini juga ditimpali udara panas yang tertahan karena pusaran kembar di Samudera Hindia di barat Sumatera.

“Cuacanya terasa memang lebih panas sekitar 35 – 36 derajat celcius. Penyebabnya karena gerak semu matahari yang sekarang sudah memang bergerak ke belahan bumi bagian selatan,” ungkapnya.

Brian mengatakan penurunan suhu udara akibat gerak semu matahari itu diprediksi terjadi pada pertengahan November ketika sudah memasuki musim pancaroba.

“Saat ini Bali memang sudah memasuki musim peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan. Itu biasanya memang banyak hujan dengan intensitas yang ringan hingga sedang bahkan melebat secara tiba-tiba, lalu nanti dia akan hilang begitu saja,” jelasnya.

Pada kesempatan sama, Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Diana Siregar menambahkan disamping adanya pergerakan semu matahari yang mengakibatkan suhu terasa lebih panas, kondisi ini juga mengindikasikan bahwa Bali telah masuk pada musim pancaroba. Sehingga masyarakat diminta mewaspadai potensi – potensi bencana di musim peralihan.

“Yang pasti yang perlu diantisipasi adalah kejadian hujan dengan intensitas yang sedang hingga lebat tapi tidak merata. Kemudian yang perlu diwaspadai juga petir. Karena biasanya musim peralihan, pertumbuhan awan cumulonimbus itu konvektivitasnya cukup giat atau lebih kuat. Jadi cumulonimbus itu identic dengan hujan disertai dengan angin kencang dan ada potensi petir dan puting beliung,” papar Diana.

Diana menyampaikan berdasarkan pengamatan BMKG, awal musim hujan di Bali diprakirakan baru akan terjadi pada pertengahan November 2023 secara sporadis. Sejumlah wilayah di Bali yang akan memasuki awal musim hujan pada November yakni Bali bagian tengah dan barat. Selebihnya akan memasuki awal musim hujan di akhir November hingga awal desember 2023 mendatang.

“Saat ini Bali memang sudah memasuki musim peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan. Akan tetapi belum seluruh wilayah Bali memasukinya. Untuk wilayah Bali yang sudah masuk musim penghujan di pertengahan November itu Bali bagian tengah dan barat. Sementara sisanya akan memasuki musim hujan di akhir November atau akhir Desember,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita