Tantangan Pariwisata Berkembang, Ini Tanggapan Bupati Klungkung
- 05 Okt 2023 21:28 WIB
- Denpasar
KBRN, Klungkung: Nusa Penida menjadi salah satu daerah di Bali yang pariwisatanya sedang berkembang. Sebagai daerah dengan sejuta pesona, The Blue Paradise Island ini memiliki sejumlah destinasi wisata yang menarik minat wisatawan dari seluruh dunia.
Namun untuk memaksimalkan potensi pariwisata dimiliki, Nusa Penida perlu terus berbenah. Salah satu faktor yang mempengaruhi kurang optimalnya pariwisata Nusa Penida, yakni belum memadainya infrastruktur pendukung pariwisata.
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta tidak menampik infrastruktur di wilayah Nusa Penida masih belum optimal.
"Kalau orang datang ke Nusa Penida, apalagi baru, kalau ada teman-teman saudara kita dari trans yang biasa melihat jalan lebar, jalan hulus, pulang ke Nusa Penida dengan tamu dan tingkat kemacetan seperti ini pasti mengeluh. Tapi harus dicatat Nusa Penida baru 6 tahun berkembang seperti ini," ungkapnya.
Ia membeberkan saat ini yang menjadi skala prioritas dalam pengembangan Nusa Penida adalah infrastruktur seperti jalan, air bersih, listrik, jaringan sinyal telekomunikai dan penguatan sumber daya manusia.
"Prioritasnya jalan, pasti pelebaran jalan. Air, karena kan orang berinvestasi kalau tidak ada air kan tidak bagus. Nah makanya kita air ini, kalau dulu kan di awal menjabat saya hanya berpikir SR (sambungan rumah). Kalau sekarang sambungan usaha. Nah inilah sebabnya kita harus nambah lagi. Nah BWS sudah bantu kemarin Rp15Miliar di tahun 2022 dan tahun 2023 kembali dibantu sebesar Rp53Miliar. Makanya sekarang ini semuanya dibongkar, perbaikan pipa, karena dulu debit airnya 20 liter per detik, sekarang sudah 70liter per detik. Nah inilah yang disebut tumbuh dan berkembang," terangnya.
Disamping mengoptimalkan infrastruktur, penerapan konsep one gate one destination yang dimulai dari penataan objek wisata juga akan terus digenjot. Konsep ini digagas sebagai komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk mengemas setiap destinasi agar memenuhi segala aspek tempat wisata.
"Kedepan dengan One Gate One Destination, kalau anggaran sudah terpenuhi sekitar Rp2,3 Triliun, maka saya berani katakan Nusa Penida ini akan menghasilkan Rp500miliar per tahun dari pendapatan asli daerah (PAD). Nah sehingga dengan itu, baru kita bergerak sekarang, kita sudah menghasilkan uang, barulah mulai kita menata Nusa Penida ini," tegas Suwirta.
Kepala Dinas Pariwisata Klungkung Ni Made Sulistiawati pada kesempatan sama mengatakan program One Gate One Destination ini sudah mulai diterapkan secara bertahap.
"Upaya-upaya itu sudah mulai berproses dengan pihak-pihak desa adat maupun pihak swasta dalam pengelolaan dan penataan destinasi. Kita sudah siapkan dengan kesepakatan bersama. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pak Bupati dengan pihak ketiga dalam rangka optmalisasi penataan dan pengelolaan destinasi untuk memberikan layanan terbaik bagi wisatawan di Nusa Penida,” kata Sulistiawati.
Sejalan dengan upaya pembenahan yang dilakukan, kunjungan wisatawan ke Nusa Penida juga dikatakan meningkat signifikan. Jumlah kunjungan wisatawan di tahun 2023 hingga September bahkan lebih tinggi 25 persern dibandingkan tahun 2019 sebelum pandemi covid-19.