Selendang Bukan Sekedar Secarik Kain Menutupi Pinggang
- 06 Okt 2026 14:43 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID. Denpasar – Sering kita melihat jika Umat Hindu atau Orang Bali menggunakan selendang di pinggang terutama jika melaksanakan persembahyangan. Selendang atau senteng adalah secarik kain yang mengikat dan menutupi pinggang sebagai kelengkapan busana adat bali pada saat melakukan persembahyangan, memasuki tempat suci, dan upacara lainnya.
Asal usul lahirnya budaya ini berasal dari para leluhur yang merupakan asal muasal sebagai manusia yang semenjak masih janin dalam kandungan ibu, manusia sudah terhubung dengan Nya ( ibu ) yaitu melalui tali pusar (ari- ari ).
Dilansir dari laman bulelengkab.co,.id. Tali pusar, merupakan penghubung kehidupan dalam kandungan antara sang janin dengan sang ibu. Dalam penerapan keagamaan sehari–hari ari–ari ( tali pusar) ini disimbolkan menjadi selempot (senteng) karena selalu melekat menutupi tali pusar umat Hindu di Bali dalam setiap menghadap-Nya.
Senteng atau selendang disimbolkan sebagai pengikat panca budhi indria dan panca karmen indria. Ada juga yang mengatakan bahwa senteng sebagai pembatas antara bagian manusia yang suci (kepala keatas ) dan yang tidak (pinggul kebawah) agar pada saat sembahyang tidak memikirkan hal- hal negatif.
Selendang tidak hanya digunakan dalam acara agama ataupun upacara adat tetapi juga sering dipakai dalam kehidupan sehari–hari. Bagi perempuan Bali memaknai selendang adalah simbol kekuatan dan kendali diri. Penggunaan selendang juga berdampak pada pelestarian budaya Bali. Dengan menggunakan selendang sebagai bagian dari pakaian adat Bali, masyarakat setempat dapat memperkuat identitas lokal dan menjaga tradisi serta nilai–nilai luhur budaya Bali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....