Tangkil ke Pura Bukit Mentik, Gubernur Koster Komitmen Jaga Peradaban Bali
- 04 Okt 2026 15:05 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Bangli — Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan penguatan desa adat dan pelestarian kawasan sakral menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan peradaban Bali. Komitmen itu disampaikannya saat tangkil dan menghadiri Muspayang Bhakti Nganyarin serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat di Pura Bukit Mentik, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Kamis 01 Oktober 2026.
Di hadapan masyarakat, Koster menyebut Pura Bukit Mentik sebagai salah satu simbol penting peradaban Bali yang memiliki nilai spiritual dan budaya. Karena itu, kawasan sakral tersebut, termasuk lingkungan di sekitarnya, harus dijaga dan dirawat secara berkelanjutan.
Koster juga menyoroti kekayaan alam Kintamani yang ditopang keberadaan Gunung Batur dan Danau Batur. Menurutnya, anugerah alam tersebut memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Bali sehingga kelestariannya harus menjadi perhatian bersama.
“Ini harus kita rawat dengan baik,” tegas Koster.
Ia mengatakan pembangunan di Kabupaten Bangli tetap menjadi perhatian pemerintah. Namun, pembangunan tidak boleh mengabaikan kelestarian alam, adat, budaya, serta kehidupan spiritual masyarakat.
Menurut Koster, keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan Bali untuk 100 tahun ke depan. Kemajuan ekonomi dan pembangunan fisik, kata dia, harus berjalan beriringan dengan penguatan adat dan budaya sebagai fondasi kehidupan masyarakat Bali.
“Jaga Bali agar tetap ajeg,” ujarnya.
Koster menegaskan penguatan desa adat di seluruh Bali menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga keberlanjutan Bali pada masa mendatang. Menurutnya, desa adat memiliki posisi strategis dalam mempertahankan nilai budaya, tradisi, serta tatanan kehidupan sosial masyarakat Bali.
Penguatan desa adat diharapkan mampu memastikan nilai-nilai tersebut tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Kehadiran Koster di Pura Bukit Mentik sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan dan tradisi masyarakat Desa Adat Batur. Pelestarian kawasan sakral, adat, budaya, dan lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga keberlanjutan peradaban Bali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....