Atma Samskara Pitra Puja 2026 Refleksi Kemanusiaan dan Doa Perdamaian

  • 30 Sep 2026 17:01 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Delapan Sulinggih memimpin upacara Atma Samskara Pitra Puja 2026 di Catus Pata Kawasan Niti Mandala Renon Denpasar Rabu 30 September 2026. Upacara dirancang sebagai karya keagamaan Hindu yang menggabungkan dimensi pitra yadnya (korban suci tulus Ikhlas kepada lelulur), penghgormatan terhadap atma, refleksi kemanusiaan dan doa perdamaian.

Kegiatan ini mengambil momentum tanggal 30 September sebagai ruang refleksi terhadap berbagai tragedy kemanusiaan pada masa lalu, termasuk mereka yang menjadi korban kekerasan politik maupun mereka yang meninggal salah pati dan ulah pati yang harus disucikan. Ketua Yayasan Jaya Dharma Bhuawa Gupta Giri Mas Dokter I Wayan Aryabiantara mengatakan Upacara Atma Samskara Pitra Puja 2026 pertama kali diadakan dipuput oleh delapan sulinggih bertujuan menyucikan pulau Bali.

Melalui Upacara Atma Samskara Pitra Puja 2026 dapat menjadi pembelajaran kepada generasi yang masih hidup agar kedepannya tidak mewariskan kekerasan dan kebencian yang dapat merugikan bangsa. "Acara serupa akan digelar setiap tahun di tempat yang berbeda untuk menyuarakan kedamaian menyucikan bumi ini secara spiritual sehingga umat yang masih hidup tidak terganggu secara niskala dan bisa melanjutkan kehidupan dengan baik", ungkap Dokter Byantara.

Sementara itu Budi dharma dari Himpunan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang turut hadir pada Upacara Atma Samskara Pitra Puja 2026 mengaku turut bersyukur digelarnya acara ini untuk mendoakan arwah yang meninggal salah pati dan ulah pati sebagai bentuk penyucian alam Bali. "Kita tidak bicara politik tetapi kemanusiaan . Bagaimanapun kita harus mendoakan arwah yang meninggal karena peristiwa menjadi sejarah bangsa ini", jelas Budi Dharma.

Upacara Atma Samskara Pitra Puja 2026 diprakarsai oleh Ida Pandita Mpu Dhaksa Pramangga Yoga dari Griya Agung Tasik Perumnas Monang Maning Denpasar dan Ida Pandita Mpu Dwija Acharya Wasista Dharma Manik Mas dari Griya Sakti Giri Manik Mas Sekar Jepun Gatsu Timur Denpasar. Kegiatan ini diarahkan secara luas kepada para leluhur, anggota keluarga yang telah meninggal, para atma yang diketahui identitas keluarganya, para korban tragedy kemanusiaan dan selurih atma yang telameninggal dunia dengan konsep mengenang tanpa membenci, mendoakan tanpa membedakan, belajar dari masa lalu dan membangun masa depan dalam darma.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....