Trio Dongkrak Kenjir Hadirkan Lawakan Edukatif untuk Masyarakat
- 29 Sep 2026 10:34 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Grup bondres Trio Dongkrak Kenjir, salah satu group bondres (lawak) yang ada di Bali, hingga kini masih eksis menghibur masyarakat. Grup yang beranggotakan Sengap, Kaki, dan Gapul tersebut dikenal melalui lawakan khas yang mengangkat berbagai situasi kehidupan masyarakat sehari-hari.
Selain menghadirkan hiburan, Trio Dongkrak Kenjir juga berupaya menyelipkan pesan-pesan edukatif dalam setiap penampilannya. Lawakan yang disampaikan dikemas dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat diterima masyarakat dengan suasana yang menghibur.
Salah satu personel Dongkrak Kenjir, Komang Agus Triadi Kiswara (37), yang menggunakan nama panggung Gapul, seorang Dosen di UNHI Denpasar, mengatakan, seni pertunjukan bondres memiliki ruang yang luas untuk menyampaikan berbagai pesan kepada masyarakat. Menurutnya, lawakan tidak hanya bertujuan membuat penonton tertawa, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan edukasi mengenai berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Kami dari Dongkrak Kenjir berusaha menghadirkan lawakan yang cerdas, mengedukasi, sekaligus menghibur. Sebagai seniman, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Melalui lawakan, kami bisa mengangkat berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan, seperti bahaya narkoba, seks bebas, serta pentingnya menjaga etika, adat, budaya, dan nilai-nilai agama,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, saat ini masyarakat, khususnya penonton, cenderung lebih mudah menerima pembahasan mengenai etika dan nilai-nilai agama ketika disampaikan melalui balutan lawakan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri baginya, yang juga berprofesi sebagai dosen agama di UNHI Denpasar, untuk menyampaikan edukasi dengan cara yang ringan, menarik, dan tidak membosankan.
“Dalam setiap lawakan, kami selalu memperhatikan unsur sastra dan sumber yang jelas. Kami menyadari bahwa penonton saat ini semakin cerdas dan kritis, sehingga setiap pesan yang kami sampaikan, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai keagamaan, harus memiliki dasar yang kuat. Dengan begitu, lawakan tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki makna dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya.
Ia berharap seni pertunjukan bondres bukan hanya untuk membuat masyarakat tertawa, tetapi juga bisa menjadi media untuk menyampaikan pesan-pesan yang mengedukasi. "Melalui lawakan, pesan tersebut bisa disampaikan dengan bahasa yang lebih ringan agar mudah di pahami oleh penonton,"ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....