Pacaran dengan AI: Selingkuh atau Tidak?
- 28 Sep 2026 12:14 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Hubungan yang romantis dengan chatbot bertenaga kecerdasan buatan (AI) ternyata dianggap sebagai perselingkuhan oleh sebagian besar warga Amerika Serikat. Sebuah survei yang dilakukan oleh AI Girlfriend Coach melalui SurveyMonkey Audience menunjukkan bahwa 50,5 persen responden menilai hubungan romantis pasangan dengan AI bisa dikategorikan sebagai perselingkuhan.
Survei ini dilakukan pada Agustus 2026 lalu, melibatkan 2.150 responden dewasa di AS, namun hanya sekitar 1.709 saja yang dianalisis karena 441 responden lainnya tereliminasi dalam proses penyaringan kualitas data. Dari kelompok yang menyebutnya selingkuh, 33,4 persen menilai interaksi romantis apapun dengan AI sudah melewati batas, sementara 17,1 persen menilai hal itu dikategorikan selingkuh ketika sudah melibatkan perasaan.
Sebanyak 21,2 persen dari responden juga mengaku tidak nyaman dengan hubungan asmara pasangannya bersama AI, meski enggan menyebutnya sebagai perselingkuhan. Temuan lainnya yaitu bahwa 71,7 persen responden menetapkan semacam batasan terkait hubungannya dengan AI, sementara 28,3 persen lainnya menganggap pertanyaan ini tidak relevan karena AI bukan manusia sungguhan.
Ketika ditanya terkait apa alasan utama memakai AI sebagai pendamping, 56,6 persen responden memilih "punya teman ngobrol atau mengurangi rasa kesepian". Sebanyak 10,3 persen lainnya memilih alasan kebutuhan kasih sayang dan hal romantis.
Temuan menarik lainnya yaitu bahwa responden yang terbuka pada kemungkinan memiliki perasaan tulus terhadap AI, justru menilai hubungan asmara dengan AI lebih tegas. Sebanyak 73 persen dari mereka menyebut hubungan dengan AI adalah perselingkuhan, dibanding hanya 41,2 persen dari kelompok yang menolak kemungkinan tersebut.
Pola serupa muncul dari pengalaman penggunaan, di mana pengguna yang aktif memakai aplikasi pendamping AI paling banyak menyebut hubungan romantis dengan AI sebagai perselingkuhan dengan persentase mencapai 80,6 persen.
Diikuti mantan pengguna dengan persentase 60,2 persen, dan yang belum pernah mencoba sama sekali sebesar 44 persen yang menilainya sebagai penyimpangan. Namun pada akhirnya, bagaimana produk-produk ini memengaruhi hubungan antarpasangan dewasa disebut masih diserahkan sepenuhnya kepada penerimaan masing-masing rumah tangga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....