Penancapan Keris Tandai Puncak Peringatan 120 Tahun Puputan Badung
- 22 Sep 2026 08:54 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar — Penancapan keris oleh Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama para penglingsir puri se-Kota Denpasar menandai puncak peringatan 120 tahun Puputan Badung. Prosesi berlangsung di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu 20 September 2026 malam.
Puncak peringatan tersebut dikemas melalui apel dan penampilan Karya Mahabandana Puputan Badung bertajuk Mati Tan Pumut Pejah. Kegiatan berlangsung khidmat dengan mengangkat kembali sejarah serta semangat perjuangan Raja dan rakyat Badung dalam menghadapi kolonialisme Belanda pada 1906.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan sejarah singkat Puputan Badung yang berlangsung pada 20 September 1906. Peristiwa tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah perjuangan rakyat Bali, khususnya Kerajaan Badung, dalam mempertahankan wilayah dan kehormatan dari tekanan kolonial Belanda.
Mandat dalam prosesi tersebut dibacakan Penglingsir Puri Denpasar, Ida Cokorda Ngurah Jambe Pemecutan, Dr. AA Ngurah Agung Wira Bima Wikrama. Ia menegaskan, peringatan Puputan Badung bukan sekadar agenda untuk mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi momentum untuk memahami nilai perjuangan dan pengorbanan Raja serta rakyat Badung.
“Hari ini kita hadir untuk memperingati sejarah perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa, khususnya Raja dan rakyat Badung tahun 1906. Bukan hanya sebagai pertempuran, tetapi sebagai simbol tekad dan semangat juang masyarakat Bali dalam memperjuangkan keadilan melawan Belanda,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan peringatan Puputan Badung setiap 20 September menjadi momentum untuk mengenang perjuangan rakyat Bali, khususnya Kerajaan Badung, dalam menghadapi penjajahan Belanda. Ia mengatakan, peristiwa 20 September 1906 menunjukkan semangat perjuangan rakyat Bali yang dipimpin Raja Badung, I Gusti Ngurah Made Agung, dalam mempertahankan tanah kelahiran.
“Momentum ini diperingati sebagai tanda semangat sebagai bangsa besar yang tidak pernah melupakan sejarah perjuangan para pendahulunya. Pengorbanan nyawa dan perjuangan para pahlawan yang gugur harus senantiasa kita kenang,” ujar Jaya Negara.
Menurutnya, nilai kepahlawanan dan semangat perjuangan tersebut penting diwariskan kepada generasi muda sebagai bahan refleksi dan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai kepahlawanan para pejuang kita harus kita wariskan kepada generasi muda penerus bangsa sebagai cermin refleksi diri yang patut diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, serta dapat dijadikan inspirasi generasi muda untuk membangun Denpasar yang lebih maju lagi,” katanya.
Peringatan 120 tahun Puputan Badung diharapkan tidak berhenti pada agenda seremonial. Momentum tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjaga persatuan, nilai kebangsaan, serta jati diri budaya Bali di tengah perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....