Bakti Ken Rerama, Jalan Anak Menghormati Jasa Orang Tua
- 21 Sep 2026 13:35 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Program Obrolan Galang Kangin RRI Pro 4 membahas konsep 'Bakti Ken Rerama' sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian anak kepada orang tua dalam konteks budaya Bali.
- Bakti kepada orang tua tidak hanya diwujudkan melalui perkataan tetapi juga melalui tindakan nyata dan perhatian dalam kehidupan sehari-hari.
- Pengabdian kepada orang tua berlaku baik untuk orang tua yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia, termasuk melalui ritual yadnya.
RRI.CO.ID, Denpasar - Program Obrolan Galang Kangin RRI Denpasar Pro 4 membahas makna “Bakti Ken Rerama” sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian anak kepada orang tua. Pembahasan tersebut mengajak pendengar memahami pentingnya menghargai orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.
Bakti kepada orang tua tidak hanya diwujudkan melalui perkataan, tetapi juga melalui tindakan nyata dan perhatian dalam kehidupan sehari-hari. “Yadnya untuk orang tua, yang masih hidup atau yang sudah meninggal,” demikian disampaikan dalam pembahasan tersebut.
Dalam ajaran Hindu, penghormatan kepada orang tua dapat diwujudkan melalui pelaksanaan yadnya yang dilandasi ketulusan dan rasa bakti. Yadnya kepada orang tua juga menjadi salah satu bentuk tanggung jawab anak untuk mengenang jasa serta memberikan penghormatan kepada mereka.
Pembahasan juga menyinggung penyesalan yang dapat muncul ketika seseorang belum sempat memberikan perhatian atau berbakti kepada orang tuanya. Karena itu, kesempatan untuk berbuat baik kepada orang tua selayaknya dilakukan selagi masih ada waktu.
Bakti kepada rerama juga tidak sebatas memenuhi kebutuhan materi, tetapi mencakup perhatian, kasih sayang, penghormatan, serta kesediaan mendengarkan nasihat orang tua. Sikap tersebut menjadi bagian penting dalam membangun hubungan harmonis antara anak dan orang tua.
Dalam perbincangan tersebut juga ditekankan bahwa orang tua memiliki peran besar dalam perjalanan kehidupan anak, termasuk memberikan pendidikan, arahan, dan teladan. “Anak tua paragayan Hyang Guru,” menjadi gambaran bahwa orang tua memiliki kedudukan penting sebagai pendidik dalam keluarga.
Makna “Bakti Ken Rerama” juga dikaitkan dengan upaya membebaskan orang tua dari kesengsaraan melalui perbuatan baik dan pengabdian anak. “Yang artinya yang mampu membebaskan kesengsaraan orangtuanya,” demikian dijelaskan dalam siaran.
Bakti kepada orang tua pada akhirnya menjadi pengingat agar anak tidak menunggu datangnya penyesalan untuk menunjukkan kasih sayang dan penghormatan. Melalui yadnya, perhatian, serta perbuatan baik, anak diharapkan mampu menjaga hubungan dengan orang tua sekaligus menjalankan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....