Perkuat Sradha dan Bhakti, Bentengi Diri dari Bahaya Narkoba
- 21 Sep 2026 12:59 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Ida Ayu Kade Ratna Wati, Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, mengajak umat Hindu memperkuat sradha dan bhakti sebagai pertahanan terhadap narkoba.
- Penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik tetapi juga dapat merusak mental, moral, dan masa depan seseorang.
- Dalam perspektif agama Hindu, segala sesuatu yang merusak tubuh, pikiran, dan jiwa termasuk dalam perbuatan adharma.
RRI.CO.ID, Denpasar - Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Kade Ratna Wati, mengajak umat Hindu memperkuat sradha dan bhakti sebagai benteng dalam menghadapi bahaya penyalahgunaan narkoba. Pesan tersebut disampaikan dalam program siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, Senin 21 September 2026, dengan tema “Penguatan Sradha dan Bhakti sebagai Benteng dari Bahaya Narkoba”.
Ratna Wati menjelaskan penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak terhadap kesehatan fisik, tetapi juga dapat merusak mental, moral, dan masa depan seseorang. “Dalam perspektif agama Hindu, segala sesuatu yang merusak tubuh, pikiran, dan jiwa termasuk dalam perbuatan adharma,” ujarnya.
Menurutnya, penyalahgunaan narkoba menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian karena telah menyentuh berbagai kelompok usia, termasuk remaja dan anak-anak. Faktor lingkungan, pergaulan, ekonomi, serta lemahnya keyakinan atau sradha disebut dapat menjadi bagian dari faktor yang membuat seseorang rentan terhadap pengaruh narkoba.
“Penting bagi kita memperkuat sradha dalam upaya menjauhkan diri dari pengaruh narkoba,” kata Ida Ayu. Ia menjelaskan penguatan sradha dapat dilakukan melalui pemahaman terhadap Panca Sradha yang menjadi lima dasar keyakinan dalam agama Hindu.
Panca Sradha meliputi Brahman, Atman, Karmapala, Punarbawa, dan Moksa yang masing-masing dapat menjadi landasan untuk membangun kesadaran dalam menjalani kehidupan. “Jika Panca Sradha kita kuat, maka kita dapat terhindar dari hal-hal negatif, termasuk pengaruh narkoba,” jelasnya.
Keyakinan terhadap Brahman atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa, menurut Ida Ayu, mendorong umat untuk selalu berpegang pada ajaran Dharma atau kebenaran. Dengan berpegang pada Dharma, seseorang memiliki landasan untuk menolak berbagai tindakan yang dapat merusak diri, termasuk penyalahgunaan narkoba.
Ia kemudian mengibaratkan tubuh manusia sebagai sebuah rumah dan Atman sebagai penghuni rumah tersebut, sehingga tubuh perlu dijaga agar tetap sehat dan layak ditempati. “Narkoba itu sebuah api dan tubuh kita ini rumah, sedangkan Atman adalah penghuni rumah,” ungkapnya.
Ratna Wati menjelaskan penggunaan narkoba dapat merusak tubuh sebagaimana api yang tidak terkendali dapat membakar rumah. Dampaknya juga tidak hanya dirasakan oleh pengguna, tetapi dapat merugikan orang tua, pasangan, anak, keluarga, sahabat, dan lingkungan sekitar.
Selanjutnya, keyakinan terhadap Karmapala mengajarkan bahwa setiap perbuatan akan menghasilkan buah atau akibat. “Buruk perbuatan, maka buruk pula hasilnya, baik perbuatan, maka baik pula yang didapat,” katanya.
Menurutnya, pemahaman terhadap hukum Karmapala dapat mendorong seseorang mempertimbangkan konsekuensi sebelum melakukan tindakan yang bertentangan dengan Dharma. Dengan demikian, keyakinan tersebut dapat menjadi pengingat untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba dan berbagai perilaku negatif lainnya.
Keyakinan terhadap Punarbawa atau kelahiran kembali juga dinilai dapat membangun kesadaran untuk menjalani kehidupan sesuai Dharma. “Dengan keyakinan bahwa hidup ini tidak berhenti di sini, akan ada kehidupan berulang lagi, maka akan mengingatkan kita bagaimana caranya agar kehidupan kita selanjutnya jauh lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Moksa sebagai tujuan akhir kehidupan umat Hindu mengarahkan manusia pada kebahagiaan tertinggi dan pembebasan dari keterikatan duniawi. Ida Ayu menegaskan keterikatan terhadap berbagai hal negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba, dapat menjauhkan manusia dari tujuan tersebut.
Selain sradha, penguatan bhakti kepada Tuhan juga dinilai penting dalam membangun kemampuan mengendalikan diri. “Rasa bhakti dapat diwujudkan melalui sembahyang secara rutin, melaksanakan yadnya dengan tulus, berbuat baik kepada sesama, serta menjaga kesucian pikiran, perkataan dan perbuatan,” jelasnya.
Penyuluh Agama Hindu kabupaten Gianyar tersebut juga mengingatkan umat untuk menerapkan ajaran Tri Kaya Parisudha yang terdiri atas Manacika, Wacika, dan Kayika. “Manacika memiliki makna berpikir yang baik, kemudian Wacika berkata yang baik, dan yang ketiga Kayika berbuat yang baik,” katanya.
Penerapan Tri Kaya Parisudha, menurutnya, dapat menjadi pedoman untuk menjaga diri dari pengaruh buruk lingkungan. Karena itu, umat perlu menjaga pikiran, perkataan, dan perbuatan agar tetap selaras dengan ajaran Dharma.
Peran generasi muda juga menjadi perhatian karena mereka merupakan harapan bangsa dan agama sekaligus kelompok yang rentan terhadap berbagai pengaruh lingkungan. Ida Ayu mengajak generasi muda memperkuat sradha, rajin beribadah, mengikuti kegiatan keagamaan, memilih pergaulan yang baik, serta mengisi waktu dengan kegiatan positif.
“Dengan demikian mereka akan memiliki benteng yang kuat dalam menghadapi godaan zaman,” ujarnya. Ia menilai pengaruh media sosial, gaya hidup, tuntutan ekonomi, dan iming-iming penghasilan besar dapat menjadi faktor yang membuat generasi muda rentan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Keluarga juga memiliki peran penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba karena menjadi lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Orang tua diharapkan menanamkan nilai-nilai agama sejak dini, memberikan teladan yang baik, memperhatikan perkembangan anak, serta mengawasi pergaulannya.
“Sebisa mungkin luangkan waktu menjadi tempat ternyaman anak untuk pulang,” ucap Ratna Wati. Menurutnya, perhatian dan hubungan yang baik antara orang tua dan anak dapat membantu membangun karakter serta memberikan dukungan ketika anak menghadapi berbagai persoalan.
Ia menambahkan lingkungan yang baik turut membantu memperkuat karakter seseorang agar tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Sinergi antara keluarga, lingkungan, dan penguatan nilai agama diperlukan untuk menciptakan kehidupan yang sehat dan berlandaskan Dharma.
“Sraddha dan bhakti adalah benteng utama dalam melindungi diri dari bahaya narkoba,” ucap Ida Ayu Kade Ratna wati. Ia mengajak umat menjadikan ajaran Dharma sebagai pedoman hidup agar mampu menjaga diri, keluarga, dan masyarakat dari dampak buruk penyalahgunaan narkoba.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....